Abrasi di Pantai Kuta Semakin Parah, Air Pasang Saat Purnama Menggerus Lahan
Wayan menjelaskan, abrasi di Pantai Kuta mulai terjadi pada Minggu 31 Januari 2021 malam.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pantai Kuta merupakan pantai yang paling terkenal di Bali.
Pantai ini juga merupakan ikon pariwisata Provinsi Bali.
Namun kini keindahan pantai Kuta terancam abrasi.
Beberapa waktu belakangan abrasi pantai menjadi semakin parah.
"Sebenarnya setiap bulan ada abrasi saat air pasang. Namun purnama kemarin ini naiknya dua kali sampai menggerus lahan ini dengan adanya gelombang. Ya ini selama Ini paling parah," kata Ketua Satgas Pantai Desa Adat Kuta, Wayan Sirna dihubungi, Selasa 2 Februari 2021.
• Ahli Virologi Unud Sebut PPKM di Bali Hanya Batasi Kegiatan Masyarakat Tanpa 3T yang Memadai
Wayan menjelaskan, abrasi di Pantai Kuta mulai terjadi pada Minggu 31 Januari 2021 malam.
Saat itu bertepatan dengan bulan purnama dan air pasang naik hingga ke jalan raya.
Air pasang itu menggerus pasir di sepanjang Pantai Kuta.
Ia mengatakan, parahnya abrasi kali ini ditandai dengan pohon kelapa yang mulai tumbang di sejumlah titik di Pantai Kuta.
Wayan mencontohkan, jarak pepohonan hingga bibir pantai sepanjang 20 meter saat air pasang pada 2005.
Saat itu, pasir ditambahkan ke sepanjang Pantai Kuta karena reklamasi dilakukan.
Seiring berjalannya waktu jarak tersebut semakin terkikis.
Belakangan, jarak itu menjadi lima meter.
Beberapa hari terakhir, bibir pantai semakin dekat. Ombak pun membuat pepohonan di pinggir pantai tumbang.
"Sampai sekarang terkikis lagi, bahkan menambah abrasi, pada 2005 tak separah sekarang," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pantai-kuta-abrasi.jpg)