Breaking News:

Berita Denpasar

Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Mendata Sebanyak 378 Kesenian yang Tergolong Tua, Klasik dan Sakral

Dinas Kebudayaan Kota Denpasar pada awal tahun 2021 ini melakukan pendataan kesenian tua, klasik dan sakral yang ada di Denpasar.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Disbud Denpasar
ilustrasi Kesenian di Kota Denpasar - Dinas Kebudayaan Denpasar Mendata Sebanyak 378 Kesenian yang Tergolong Tua, Klasik dan Sakral 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kebudayaan Kota Denpasar pada awal tahun 2021 ini melakukan pendataan kesenian tua, klasik dan sakral yang ada di Denpasar.

Dari kegiatan tersebut terdata sebanyak 378 kesenian yang tergolong tua, klasik dan sakral.

Selanjutnya, untuk menghindari adanya kesenian yang luput dari pendataan, data yang telah terkumpul akan divalidasi bersama perbekel dan lurah.

Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dwi Wahyuning Kristiansanti saat dikonfirmasi Minggu 7 Februari 2021 mengatakan, kegiatan yang dikemas dalam program Inventarisasi Kesenian di Kota Denpasar ini telah usai pada 31 Januari lalu.

Usada hingga Lontar Penerang Cegah Hujan Turun, Ini Isi Ruang Lontar Dinas Kebudayaan Bali

Dimana, untuk saat ini tahapanya akan dilanjutkan degan validasi serta pendataan lanjutan bagi kesenian yang tercecer.

“Sekarang kita akan lakukan validasi serta pengecekan lanjutan siapa tau ada kesenian yang luput dari pemantauan perbekel/lurah, sehingga bisa didaftarkan,” katanya.

Wiwin mengatakan kegiatan ini merupakan sebuah upaya untuk menciptakan database untuk mendukung pelestarian, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan serta pembinaan seni di Kota Denpasar.

Adapun sebanyak empat cabang seni yang menjadi prioritas, mulai dari seni tari, seni karawitan, seni rupa dan seni teater.

“Sekaa, sanggar atau komunitas bisa masuk asalkan ada kesenian khusus, namun jika sanggar itu hanya melakukan pembelajaran tari dan tabuh secara umum tidak bisa masuk, sedangkan jika sanggar itu melakukan pelatihan atau pembinaan Seni Gambuh atau Arja itu bisa, dan khusus sanggar kita sudah ada database-nya sendiri,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved