Iran

Presiden Joe Biden Akan Cabut Sanksi Ekonomi Jika Iran Menempuh Langkah Ini

Presiden Biden mengatakan AS akan bergabung kembali dengan perjanjian nuklir bersama Iran yang sebelumnya ditarik mantan Presiden Donald Trump.

Editor: DionDBPutra
AFP/SCOTT OLSON/GETTY IMAGES NORTH AMERICA via KOMPAS.COM
Presiden Joe Biden. Presiden Biden mengatakan AS akan bergabung kembali dengan perjanjian nuklir bersama Iran yang sebelumnya ditarik mantan Presiden Donald Trump. 

Namun dalam wawancara CNN setelah pernyataan Khamenei, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakantidak ada persiapan Iran menerima kompensasi dari AS untuk biaya sanksi yang dijatuhkan oleh Washington sebelum memulihkan pakta nuklir.

Sepakat dengan Rusia

Sebelumnya, pemerintahan Joe Biden dan pemerintahan Vladimir Putin menjalin kerja sama yang menggembirakan.

Kedua dua negara, Amerika Serikat ( AS) dan Rusia sudah sepakat memperpanjang pembatasan kepemilikan senjata nuklir selama lima tahun lagi atau hingga 2026.

Perjanjian berlabel New Strategic Arms Reduction Treaty ( New START) tersebut sedianya berakhir pada Jumat 5 Januari 2021. Namun, kini sudah diperpanjang lagi sehingga tidak menimbukan kecemasan.

Perjanjian pembatasan senjata nuklir tersebut diinisiasi mantan Presiden AS Barack Obama kemudian dilanjutkan Presiden Joe Biden.

Al Jazeera, Rabu 3 Februari 2021 melaporkan, Washington dan Moskwa menganggap perpanjangan perjanjian New START itu sebagai kemenangan.

Kedua pihak sama menekankan bahwa perjanjian itu akan memberikan stabilitas dan transparansi pada masalah nuklir.

Kendati demikian, baik Amerika Serikat maupun Rusia tidak menampik sejumlah hal yang tidak dapat mereka sepakati.

"Bahkan saat kami bekerja dengan Rusia untuk memajukan kepentingan AS, kami juga akan berupaya meminta pertanggungjawaban Rusia atas tindakan permusuhan serta pelanggaran hak asasi manusia," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Menurut Antony Blinken, Washington akan memanfaatkan perpanjangan waktu selama lima tahun itu untuk mengejar batasan tambahan pada semua senjata nuklir Rusia.

“Presiden Biden telah menjelaskan bahwa perpanjangan Perjanjian New START hanyalah awal dari upaya kami untuk mengatasi tantangan keamanan abad ke-21,” kata Blinken.

Rusia dan AS pekan lalu mengumumkan rencana untuk memperpanjang perjanjian New START.

Bahkan pengumuman untuk memperpanjang perjanjian itu diumumumkan ketika AS meningkatkan kritik terhadap Rusia atas pemenjaraan pemimpin oposisi Alexey Navalny.

AS juga menuduh Rusia ikut terlibat dalam peretasan besar-besaran terhadap pemerintah AS dan masalah lainnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved