Breaking News:

Corona di Indonesia

Orang yang Pernah Kena Covid atau Penyintas Bisa Disuntik Vaksin, Begini Persyaratannya

PAPDI menyebut bahwa para penyintas Covid-19 bisa disuntik vaksin minimal 3 bulan setelah sembuh.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) meminta pemerintah tetap memberikan suntikan vaksin virus corona (Covid-19) terhadap mereka yang telah terpapar atau penyintas Covid-19.

Dalam rekomendasinya, PAPDI menyebut bahwa para penyintas Covid-19 bisa disuntik vaksin minimal 3 bulan setelah sembuh.

”Penyintas Covid-19 jika sudah sembuh minimal 3 bulan, maka layak diberikan vaksin Covid-19," kata Ketua Badan Khusus Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, Samsuridjal Djauzi dalam keterangan tertulisnya, Rabu 10 Februari 2021.

Samsuridjal membeberkan beberapa kriteria warga yang belum layak divaksin CoronaVac sebab memiliki komorbid.

Di antaranya adalah warga yang memiliki reaksi alergi berupa anafilaksis dan reaksi alergi berat akibat vaksin CoronaVac dosis pertama ataupun akibat dari komponen yang sama yang terkandung pada vaksin CoronaVac.

Kemudian mereka yang memiliki penyakit autoimun sistemik, individu yang sedang mengalami infeksi akut, kanker darah, kanker tumor padat, kelainan darah seperti thalasemia.

Ada pula individu yang memiliki penyakit kronik seperti asma dan penyakit jantung, hingga individu yang menggunakan obat imunosupresan, sitostatika dan radioterapi.

"Jadi rekomendasi ini disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya, fakta bahwa per tanggal 8 Februari 2021 sudah hampir l juta orang divaksinasi CoronaVac dan tidak ditemukan KIPI yang bermakna," kata dia.

Vaksin bagi Penyintas Covid-19 Tunggu 8 Bulan Setelah Sembuh

Penyintas Bukan Prioritas, Vaksin Diberikan kepada Orang Sehat yang Belum Pernah Terinfeksi Covid-19

Meski sudah ada rekomendasi PAPDI, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Muhammad Budi Hidayat menyatakan hingga saat ini pemerintah belum memprioritaskan penyintas Covid-19 untuk menerima vaksin.

Target vaksinasi saat ini masih sama seperti yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved