Berita Denpasar
STIKI Indonesia Mendapat Apresiasi Terkait Rebranding Logo Pasar Phula Kerti Denpasar
STIKI berinisiatif melakukan rebranding logo Pasar Rakyat Phula Kerti Sesetan, Denpasar, Bali.
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka berkontribusi menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) berinisiatif melakukan rebranding logo Pasar Rakyat Phula Kerti Sesetan, Denpasar, Bali.
PKM STIKI merancang logo baru dan membuat maskot untuk pasar yang baru rampung direvitalisasi pada Januari 2020 lalu tersebut.
STIKI Indonesia mengambil inisiatif untuk melakukan rebranding sebagai bentuk melakukan pengabdian masyarakat.
Dan kali ini pengabdian diterapkan ke sektor ekonomi kerakyatan dengan membantu memberikan wajah baru ke Pasar Rakyat Phula Kerti.
• Terkait Dugaan Korupsi Pungutan Uang Parkir, Mantan Kepala Pasar Kumbasari Denpasar Diadili
• Kakek Asal Denpasar Bali Ini Kebingungan di Pasar Payangan Setelah Diturunkan Paksa Oleh Ojek
• Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Pasar Badung Bali: Maskernya Rusak Minta Petugas TNI dan Polri
Acara peluncuran logo dan maskot baru ini digelar di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Graha Swaka Dharma, Denpasar, Bali, pada Selasa 9 Februari 2021.
Dalam acara peluncuran dihadiri oleh Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, yang mewakili Wali Kota Denpasar yang berhalangan hadir.
Sementara, Kepala Pasar Phula Kerti, I Wayan Agus Indrawan, bergabung dalam acara peluncuran melalui aplikasi zoom meeting.
Ketua PKM STIKI Indonesia, Putu Wirayudi Aditama, yang mewakili pihak STIKI Indonesia dalam acara tersebut menjelaskan alasan pihaknya berinisiatif mengajukan diri untuk memberikan wajah baru kepada Pasar Phula Kerti.
Menurutnya, sebelumnya pasar tersebut belum memiliki identitas yang kuat secara visual, padahal era teknologi informasi seperti sekarang sangat dibutuhkan logo yang kekinian.
"Karena kita melihat permasalahan yang di pasar itu belum memiliki identitas visual, brandingnya belum kuat karena pasar ini baru melakukan renovasi karena baru berubah dari pasar tradisional mengarah ke pasar modern," kata Putu Wirayudi Aditama kepada Tribun Bali.
Ia menuturkan, melalui rebranding logo dan maskot baru, dirinya berharap nantinya dapat menarik perhatian pelanggan ke pasar tersebut.
Apalagi, tentu para pedagang mengalami penurunan omset akibat dampak pandemi Covid-19.
Diharapkan melalui wajah baru tersebut, Pasar Phula Kerti dapat lebih luas dikenal masyarakat sehingga dapat meningkatkan omset ke para pedagangnya.
Pasar Phula Kerti kini telah bertransformasi dari pasar tradisional ke pasar modern sehingga terbuka kemungkinan untuk menjadi pilihan tempat berbelanja warga Denpasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/stiki-berinisiatif-melakukan-rebranding-logo-pasar-rakyat-phula-kerti.jpg)