Breaking News:

Berita Badung

Giri Prasta Pastikan Bantuan Sosial Tunai PPKM untuk Masyarakat Badung Berlanjut

Giri Prasta memastikan Bantuan Sosial Tunai (BST) Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bakal tetap berlanjut.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Agus Aryanta
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat melihat pencairan BST PPKM di Kantor Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kamis 11 Februari 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memastikan Bantuan Sosial Tunai (BST) Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bakal tetap berlanjut.

Hanya saja kini masih fokus mengenai proses pendataan yang dilakukan oleh Dinas Sosial setempat.

Hal itu Giri Prasta saat menghadiri pemberian BST termin pertama di Kantor Desa Buduk, Kabupaten Mengwi, Kamis 11 Februari 2021.

"Kami pastikan semua ini (BST, red.) berlanjut terus. Di samping saya akan merasa lebih mudah lagi jika data masyarakat di Badung lebih valid," katanya.

Bupati asal Desa Pelaga Kabupaten Badung itu mengatakan pemberian bantuan tersebut untuk membantu masyarakat.

Kedepan, pihaknya ingin semua masyarakat memiliki rekening agar lebih gampang jika ada pemberian bantuan

"Sujatine di Badung, anak dueg liu, anak bani ade, tapi ne bares keweh ne ngalih. (Sebenarnya di Badung orang pintar banyak, orang berani juga ada, namun orang bares (tidak pelit) susah yang mencari)," katanya sambil tersenyum.

BST PPKM di Badung Terealisasi Hari Ini, Termin Pertama Ada 4.395 KK Penerima

Data 40.983 KK Valid, BST Tahap Pertama di Badung Akan Diberikan ke Kecamatan Petang dan Abiansemal

Terkait keterlambatan BST, ia menyebut hal itu adalah proses untuk pencapaian hasil yang baik.

Giri Prasta juga mengakui susahnya perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19 sangat dirasakan.

"Intinya saya akan melakukan hal yang terbaik untuk masyarakat Badung yang saya cintai. Meski ditengah pandemi covid-19," jelasnya.

Meski dirinya mengakui pemberian bantuan akan berlanjut, secara teknis Bupati Badung menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Sosial.

"Secara teknis, kita akan serahkan kepada dinas Sosial. Bahkan ini sudah di backup sepenuhnya dengan Semua perangkat desa, seperti 6 camat, 62 desa kelurahan yang ada di Badung," tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial I Ketut Sudarsana menjelaskan hari ini pihaknya merealisasikan bantuan untuk 4.395 KK di semua kecamatan yang ada di Badung.

Untuk besok, ada sebanyak kurang lebih 19 ribu yang cair.

"Jadi yang sudah selesai dan lengkap datanya kita proses pencairannya. Yang belum kita tunggu dulu, sehingga pada satu desa mungkin nanti saja ada yang sudah dapat dan ada yang belum," bebernya.

Penyerahan di desa Buduk, Mengwi akunya lantaran desa Buduk siap akan realisasi BST tersebut.

Pasalnya saat pengambilan uang, masyarakat yang mendapat bantuan wajib datang dan mengisi form aplikasi serta membawa KTP. 

Pasien Covid-19 di Badung Tinggi
Untuk diketahui, Pasien positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Badung, Bali cukup tinggi.

Hingga Rabu 10 Februari 2021 jumlah pasien yang menghuni rumah sakit pelat merah ini mencapai 88 pasien.

Dirut RSD Mangusada dr. Ketut Japa saat ditemui setelah penyerahan jenazah kemarin membenarkan hal tersebut.

Ia mengaku, tingginya kasus karena masyarakat sudah menganggap covid-19 biasa saja.

“Pasien Covid-19 hari ini tidak menunjukkan penurunan, malah kecenderungan meningkat, sehingga ruangan yang disediakan pun hampir penuh,” ujarnya.

Menurutnya, puluhan pasien yang dirawat tersebar di beberapa tempat seperti di Gedung B pada lantai tiga terdapat 20 pasien Covid-19, lantai empat 15 pasien Covid-19, di ruang IGD terdapat 9 pasien Covid-19 dan 44 pasien dirawat di ruang Covid-19.

Ia juga mengatakan pada Gedung B atau Oleg ada kamar operasi, kamar intensif dan rawat inap, dan di Ruang Janger juga yang digunakan untuk penanganan covid-19.

“Padahal kita lakukan penambahan ruangan untuk pasien covid-19, tapi banyak pasien yang masuk juga,” akunya.

Dikatakan, puluhan pasien yang terjangkit virus covid-19 tersebut, merupakan bukan clusterklaster baru.

Namun yang mendominasi klaster pada penyebaran covid-19 ini yakni, klaster keluarga, upacara agama maupun tidak taatnya mematuhi  protokol kesehatan.

“Kalau penyebabnya tidak kita kendalikan segera, kami khawatir berapa pun ruangan yang disediakan akan penuh, karena itu kami berharap masyarakat mematuhi segala aturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved