Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Keterbatasan Dokter Umum, Layanan Dokter UGD Puskesmas Nusa Penida 1 On Call

Sejak awal Januari 2021, pelayanan dokter di Unit Gawat Darurat Puskesmas Nusa Penida I dilaksanakan secara on call atau siap dipanggil.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: M. Firdian Sani
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kadiskes Klungkung dr Ni Made Adi Swapatni. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sejak awal Januari 2021, pelayanan dokter di Unit Gawat Darurat Puskesmas Nusa Penida I dilaksanakan secara on call atau siap dipanggil.

Selain untuk efektifitas dan efesiensi pelayanan, hal ini juga karena keterbatasan tenaga dokter umum. 

Kepala UPTD Puskesmas Nusa Penida I, dr I Ketut Apriantara menjelaskan, sistem on call efektif diterapkan sejak awal tahun 2021.

Menurutnya saat ini hanya ada 2 dokter yang bertugas di pelayanan Puskesmas Nusa Penida I, ditambah kepala puskesmas yang fokus pada pelayanan di lapangan seperti puskesmas keliling ataupun kegiatan promotif preventif. 

Covid-19 di Wuhan Bersumber dari Kepala Babi, Klaim Terbaru Otoritas China

"Sebelumnya kami ada 3 dokter pelayanan dan dokter stand by 24 jam. Dokter yang pelayanan jam kerja merangkap jaga UGD 24 jam," jelas dr Ketut Apriantara. 

Sementara semenjak keberadaan RSU Gema Santi, kunjungan pasien luar jam kerja menurun, sementara kunjungan rawat jalan meningkat.

Disatu sisi seorang dokter diantaranya pindah tugas, sehingga hanya ada dua dokter yang dimaksimalkan untuk pelayanan. 

"Kondisi saat ini, pasien rawat jalan di Puskesmas Nusa Penida I Jumlahnya lumayan banyak, sehingga  perlu 2 dokter saat jam kerja," jelasnya.

RSUP Sanglah Lakukan Swab Test pada Setiap Pasien yang Masuk UGD

Kondisi ini membuat pelayanan dokter UGD  dilakukan secara on call agar lebih efektif dan efesien.

Terlebih pelayanan UGD diluar jam kerja di Puskesmas Nusa Penida I saat ini jumlahnya tidak terlalu banyak. 

"Dokter datang untuk kasus-kasus  yang darurat. Namanya UGD kan tidak semua pasien pasti gawat darurat, ada penyakit yang bisa ditunda dengan diberikan obat. Kalau urgen (darurat) pasti dokternya datang. Hal seperti ini juga dilaksanakan di puskesmas daratan dari dulu," jelasnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr Ni Made Adi Swapatni menjelaskan, saat ini di Puskesmas Nusa Penida I memang tidak banyak melayani pasien rawat inap. 

Setelah Sempat Dirawat di UGD karena Mastitis, Begini Kondisi Terkini Citra Kirana

"Puskesmas Nusa Penida I dahulu memang fokus rawat inap, sehingga harus ada dokter UGD yang siaga jaga. Sekarang pasien rawat inap dan darurat banyak langsung dirujuk ke RS Gema Santi. Namun demikian di Puskesmas Nusa Penida I tetap ada dokter UGD, hanya saja sifatnya on call dan siap datang bila diperkukan," ungkapnya. 

Terkait kekurangan dokter umum di Nusa Penida, menurutnya pihaknya selalu mengusulkan.

Namun belum tentu setiap tahunnya  mendapatkan formasi untuk recruitment CPNS dokter di Nusa Penida. 

"Semua tergantung analisa jabatan. Kami selalu mengusulkan, tapi tidak tahu apakah tahun ini ada formasi untuk recruitmen CPNS dokter di Klungkung," jelas Adi Swapatni. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved