Berita Jembrana
Abu Vulkanis Gunung Raung Dominan ke Tenggara, Jembrana Masih Rasakan Sebaran
Sebaran abu vulkanis Gunung Raung Jawa Timur, masih terasa di Jembrana, Bali.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebaran abu vulkanis Gunung Raung Jawa Timur, masih terasa di Jembrana, Bali.
Terutama di kawasan Kota Negara yang merasakan dampak abu tersebut.
Hal ini dari pengamatan Tribun Bali, Jumat 12 Februari 2021.
Dari pengamatan di lapangan, cuaca mendung masih menyelimuti Jembrana.
• Termasuk Gunung Api Tua, Sebaran Abu Vulkanik Gunung Raung Masih Teramati di Jembrana & Buleleng
• Abu Vulkanik Gunung Raung Menyebar Hingga Wilayah Jembrana Bali
• Abu Vulkanik Gunung Raung Menyebar Hingga Karangasem Bali, Ini Sejumlah Wilayah yang Terdampak
Dan ini terjadi sejak beberapa hari lalu sejak erupsi Gunung Raung terjadi.
Bahkan, Jumat pagi ini abu nampak tercecer di pekarangan.
Di jok motor dan juga tumbuh-tumbuhan nampak terasa.
Belum lagi ketika berkendara, sebaiknya pemotor menggunakan helm berkaca dan tentu saja masker.
Sebab, saat berkendara masih terjadi kelilipan atau kemasukan debu abu vulkanis.
Terpisah, dikonfirmasi Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III, Iman Fatchurochman menyatakan, berdasarkan hasil observasi dari data satelit sebaran VA dominan ke arah Tenggara.
Disinyalir sebagian dari abu yang terbang ke arah Tenggara ini terbawa juga hingga ke Jembrana.
“Mungkin sebagian terbawa angin ke Jembrana,” ucapnya.
Sebelumnya, Iman mengaku bahwa pada citra satelit Himawari 8, 11 Februari 2021 kemarin pukul 08.00 Wita, debu vulkanik terdeteksi bergerak ke Timur Laut – Tenggara.
Berdasarkan Scanning LIDAR dalam mode RHI dan PPI 11 Februari 2021 pukul 07.36 Wita dan 07.02 Wita, dapat disimpulkan bahwa tidak terdeteksi adanya debu vulkanik.
Iman menjelaskan, karena sebaran debu ke Timur dan Tenggara maka beberapa kabupaten yang terkena paparan abu vulkanis ialah Kabupten Jembrana dan Buleleng.
“Ya benar ke Jembrana dan Buleleng,” ungkapnya.
Sementara itu, dari beberapa informasi debu masih terdapat di beberapa desa di Jembrana terutama di kecamatan Melaya.
Sebaran debu membuat pekarangan nampak kotor dan warga mesti membersihkan dengan menyapu bahkan menyiram dengan air untuk dialirkan ke selokan. (*).