Berita Jembrana
Banjir Buat Akses Jalan di Sekarkejula Jembrana Terputus, Senderan Sungai Disender Batu Bronjong
Akhir tahun 2020 lalu, banjir membuat jalan di Banjar Sekarkejula, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, putus.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Akhir tahun 2020 lalu, banjir membuat jalan di Banjar Sekarkejula, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, putus.
Akibatnya, aktivitas warga pun tersendat.
Menindaklanjuti hal itu dengan kondisi duafa saat ini yang mengkhawatirkan, maka akan segera ditindaklanjuti dengan menyender batu bronjong.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Bali, IGA Diah Werdhi Srikandi WS mengatakan, beberapa hari pasca banjir bandang awal tahun lalu, Komisi III ini juga mengecek ke lokasi.
• Keluarkan Menu Baru, Waroeng Steak & Shake Banjir Antusias dari Pelanggan
• Denpasar Diguyur Hujan Lebat, Banjir Mengepung hingga Beberapa Sepeda Motor Jadi Mogok
• Cegah Banjir, Wakil Wali Kota Denpasar Resmikan Normalisasi Tukad Pangrarungan
Akibat banjir bandang menyebabkan akses jalan terputus untuk di tiga dusun di Desa Yehembang Kauh yakni Sekarkejula, Sekarkejula Kelod dan Kedisan.
Dan sejak awal terjadi bencana, pihaknya sudah diinfokan oleh Perbekel dan sejumlah tokoh, sehingga langsung berkordinasi ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.
“Hasil koordinasi dengan BWS maka kondisi ini akan segera ditangani dengan pemasangan batu bronjong. Dikarenakan kondisi ini bersifat darurat. Kemarin air sungai masih besar, dan hari ini air sungai sudah mulai surut, kita harap segera dikerjakan,” ucapnya, Kamis 11 Februari 2021.
Diah mengungkapkan, hal ini menjadi sangat darurat untuk warga dikarenakan jalan desa yang menghubungkan Banjar Sekarkejula Kaja dengan Sekarkejula Kangin amblas saat hujan deras Jumat 11 Desember 2020 lalu.
Jalan yang bersanding dengan sungai itu tergerus banjir hingga mengakibatkan jalan tidak bisa dilalui.
“Karena sifatnya darurat maka memang harus segera ditangani,” bebernya.
Banjir di Klungkung Bali Hambat Pembangunan Jembatan Usaha Tani
Proses pengerjaan jembatan untuk jalan usaha tani yang menghubungkan Subak Sidayu di wilayah Dusun Losan dan Desa Satra, Klungkung, Bali, sudah mencapai 90 persen.
Pembangunan pun belum bisa dilanjutkan, karena terkendala banjir yang kerap terjadi di lokasi pembangunan jembatan saat hujan lebat.
Wabup Klungkung Made Kasta didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Ida Bagus Juanida meninjau proses pembangunan jembatan tersebut, Jumat 5 Februari 2021.
Jembatan sepanjang 19 meter dan lebar 1,5 meter itu, dibangun dengan menggunakan bantuan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 100 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/diah-werdhi-mengunjungi-ke-lokasi-yang-akan-mendapat-senderan-batu-bronjong.jpg)