Presiden Biden Langsung Bentuk Gugus Tugas Guna Merespons Tantangan China
Presiden Joe Biden menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Pentagon. Dia tegas menyatakan segera merespons tantangan Beijing.
TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON DC - Langkah cepat diambil Presiden Amerika Serikat Joe Biden merespons tantangan China.
Biden langsung membentuk gugus tugas untuk meninjau kebijakan menghadapi negeri tirai bambu tersebut.
Presiden Joe Biden menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Pentagon. Dia tegas menyatakan segera merespons tantangan Beijing.
Menurut Joe Biden, kebijakan baru menyangkut strategi, konsep operasional, teknologi, dan gelar pasukan AS menghadapi China.
• Amerika Tak Puas dengan Laporan WHO Soal Asal-usul Covid-19, China Minta AS Juga Diperiksa
• 8 Negara Ini Terlilit Utang Dengan China Dalam Jumlah Besar, Kini Terancam Alami Kebangkrutan
• Di Tengah Ketegangan China dan Taiwan, Rombongan Kapal Induk AS Tiba di Laut China Selatan
"(Kebijakan) membutuhkan upaya seluruh pejabat pemerintah, dukungan bipartisan Kongres, dan aliansi kuat di antara sekutu," tegas Joe Biden.
Gugus tugas dipimpin Eli Ratner, asisten Menteri Pertahanan Lloyd Austin yang khusus membidangi masalah China.
Tim itu terdiri dari 15 anggota dari sipil dan Pentagon. Mereka akan menyerahkan laporan temuan ke Austin dalam waktu empat bulan.
Russian Today hari Rabu 10 Februari 2021 melaporkan, proyek itu disebut sebagai upaya percepatan serta tidak wajib membuat laporan ke publik.
Presiden Biden mengatakan gugus tugas itu akan membantunya menentukan sikap terhadap Beijing.
Namun, tak diketahui apakah dia bakal meneruskan kebijakan pendahulunya Presiden Donald Trump.
Sesaat setelah menjabat Presiden Amerika Serikat, Biden menerapkan sikap yang tak jauh berbeda dari Trump, dengan menerjunkan tim kapal induk ke Laut China Selatan.
Saat Trump masih menjabat, pemerintahannya sering melakukannya dengan semangat "misi kebebasan navigasi", langkah yang bikin Beijing marah.
Saat mengumumkan kebijakan luar negeri pertamanya, presiden dari Partai Demokrat itu menyebut China sebagai saingan paling serius bagi AS.
Bahkan saat mengumumkan gugus tugas itu, dia menegaskan tidak akan segan-segan menggunakan kekuatan untuk mengonfrontasi Beijing.
Namun, dia melanjutkan ucapannya dengan memaparkan pengerahan militer merupakan upaya terakhir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/presiden-amerika-joe-biden.jpg)