Berita Denpasar

Penjual Bunga Valentine di Denpasar Bali Tergencet Covid-19 dan PPKM

“Karena adanya pandemi ini, jelas menurun sekali. Tapi belum bisa diprediksi berapa persen. Hanya saja, H-1 valentine kemarin saja pembelinya sepi."

Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Dewi Artini bersama dua orang karyawannya sedang membersihkan dan menata bunga yang akan dijual 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari valentine atau hari kasih sayang biasanya identik dengan bunga, selain coklat.

Sehingga, setiap valentine, penjual bunga khususnya bunga mawar dan buket bunga akan meraup untung lebih dari hari biasanya.

Namun, tahun ini jelas berbeda, karena adanya dampak dari pandemi Covid-19.

Di sepanjang Jalan Sutoyo, Denpasar, akan banyak ditemui penjual bunga di kiri maupun kanan jalan.

Salah satu di antaranya adalah Angga Florist yang menjual aneka jenis bunga.

Baca juga: 5 Warna Bunga Mawar Beserta Artinya Untuk Valentine Day, Jangan Sampai Salah Beli

Baca juga: Tak Melulu Bunga dan Cokelat, Berikut Inspirasi Kado Valentine Berdasarkan Zodiak

Pemilik Angga Florist, Dewi Artini yang ditemui Minggu, 14 Februari 2021 mengatakan, penjualan bunga pada valentine tahun ini mengalami penurunan.

“Karena adanya pandemi ini, jelas menurun sekali. Tapi belum bisa diprediksi berapa persen. Hanya saja, H-1 valentine kemarin saja pembelinya sepi. Biasanya tahun lalu sudah banyak yang membeli bunga di sini,” kata Dewi.

Dewi mengatakan, bisanya pembeli bunga maupun buket bunga sudah berdatangan mulai H-1 valentine.

Bahkan sampai malam, semakin ramai yang membeli bunga.

Namun, tahun ini tak ada rejeki malam bagi penjual bunga.

Dewi Artini bersama dua orang karyawannya sedang membersihkan dan menata bunga yang akan dijual
Dewi Artini bersama dua orang karyawannya sedang membersihkan dan menata bunga yang akan dijual (TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA)

Selain karena dampak pandemi Covid-19, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis juga memaksa mereka untuk tutup lebih awal.

Biasanya H-1 ia akan buka sampai pukul 24.00 Wita, namun kini mereka dipaksa untuk tutup pukul 21.00 Wita.

Tambahan rejeki lagi tiga jam pun melayang akibat penerapan PPKM ini.

Walaupun demikian, ia mengaku tak bisa berbuat banyak dan tetap harus patuh pada aturan pemerintah.

“Biasanya kalau valentine buka bisa sampai jam 12 malam. Sekarang kan tidak bisa, hanya sampai jam 9 saja, jadi itu juga salah satu faktor penyebab penurunan penjualan,” katanya.

Baca juga: 7 Ide Kado Valentine Anti Mainstream Untuk Pasangan LDR

Baca juga: Super Manis, Ini 7 Ide Kado Valentine untuk Orang Tersayang, Nggak Melulu Bunga atau Cokelat

Di tempat ini tersedia aneka jenis bunga, mulai dari bunga mawar merah maupun mawar putih.

Tak hanya bunga hidup, juga ada bunga sintetis.

“Yang paling banyak dicari biasanya bunga mawar karena itu yang identik dengan valentine,” katanya.

Untuk satu bantang mawar, ia menjual seharga Rp 10 ribu.

Selain itu, juga menyediakan buket bunga, dengan harga mulai dari Rp 50 ribu.

“Tergantung pesanan juga, kalau harga awal untuk buket bunga mulai dari Rp 50 ribu,” katanya. 

Dalam merangkai bunga ini ia dibantu oleh dua orang karyawan. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved