Demonstrasi di Bali
Terkait Demo, FKUB Bali Keluarkan 6 Imbauan, Salah Satunya Mendukung TNI/Polri Tindak Pelaku Anarkis
Pasca terjadinya demo pada Sabtu, 30 Agustus 2025 di depan Polda Bali dan depan Kantor DPRD Bali, Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan ramah tamah
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasca terjadinya demo pada Sabtu, 30 Agustus 2025 di depan Polda Bali dan depan Kantor DPRD Bali, Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan ramah tamah di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Minggu, 31 Agustus 2025.
Kegiatan ramah tamah ini diikuti oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali, ormas keagamaan, Majelis Desa Adat se-Bali, serta Forkopimda termasuk Pangdam IX Udaya, Kapolda Bali, Kajati Bali, Danlanal, Danlanud, Danrem hingga Ketua DPRD Bali.
Baca juga: Aksi Demo di Bali Berujung Anarkis, 138 Orang Diamankan, 2 Warga Sipil Luka-luka
Dalam kesempatan tersebut, FKUB Bali pun menyampaikan imbauan terkait aksi demo yang terjadi di Bali.
Ada enam poin imbauan FKUB Bali yang dibacakan Tanfdziyah PWNU Bali periode 2020-2025. KH. Samsul Hadi.
Pada poin pertama dalam imbauan tersebut menyatakan bahwa massa yang anarkis dalam demo kemarin sengaja didatangkan dari luar Bali.
"Kami menolak demo anarkis," katanya.
Baca juga: Antisipasi Aksi Demo Lanjutan, Polda Bali Siagakan 1.521 Personel
Pada poin kedua, meminta masyarakat Bali untuk tenang dan waspada terhadap aksi demo di Bali, untuk menjaga agar tanah gumi Bali tetap aman, tentram, tertib dan kondusif.
"Kepada pemimpin agama, ormas dan tokoh masyarakat di selurih Bali agar menyadarkan warga masing-masing dan bertanggung jawab menjaga keamanan," paparnya.
Juga mengajak unsur keamanan di desa, kelurahan dan desa adat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketenteraman di seluruh wilayah di Bali.
Ketiga, pihaknya sangat memahami dan menghormati penyampaian aspirasi yang dijamin konstitusi, namun penyampaian aspirasi dilakukan dengan santun, berbudaya tidak anarkis dan tidak melenceng dari perundang-undangan yang berlaku.
Selanjutnya di poin kelima, semua komponen agar ikut menjaga gumi Bali agar aman, tertib, tidak mengganggu pariwisata dan ekonomi yang baru bangkit setelah Covid-19.
Dan poin terakhir yakni mendukung penuh agar aparat kemanan TNI dan Polri menjalankan tugasnya serta bertindak tegas terhadap pelaku anarkis dan memproses secara hukum. (*)
Berita lainnya di Aksi Demonstrasi
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.