Breaking News:

Berita Gianyar

Kawanan Kera 'Jarah' Buah-Buahan Petani di Sukawati Gianyar Bali

sejak beberapa hari ini, sekawanan kera ekor panjang mulai melakukan penjarahan ke perkebunan warga, menyasar buah-buahan. 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
Tribunnewswiki
ilustrasi monyet mencuri makanan 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Para petani di Banjar Kemenuh Kangin, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali kini tengah bersedih.

Pasalnya, buah-buahan mereka yang kini dihandalkan sebagai sumber pendapatan di tengah kelesuan ekonomi, justru 'dijarah' oleh kawanan kera.

Buah-buahan tersebut mulai dari pisang, mangga dan sebagainya. 

Perbekel Kemenuh, Dewa Nyoman Neka, Senin 15 Februari 2021 membenarkan hal tersebut.

Kata dia, sejak beberapa hari ini, sekawanan kera ekor panjang mulai melakukan penjarahan ke perkebunan warga, menyasar buah-buahan. 

Kata dia, kera-kera tersebut datang dari sungai petanu yang berada di pinggir desa.

"Sepanjang aliran sungai itu merupakan habitat kera, yang terbanyak ada di Air Terjun Umanyar, Kemenuh Kangin," ujarnya.

Kata dia, selain menjarah buah-buahan petani, kera tersebut juga meresahkan warga lantaran masuk ke rumah warga.

"Dari dulu memang sudah ada kera ke perkebunan warga. Namun sejak beberapa hari lalu, jumlahnya semakin banyak," ujarnya.

"Dugaan kami, ini akibat adanya penambangan batu padas, paras di DAS Petanu, secara otomatis habitatnya menyempit, akixat pencarian Batu padas ini," duganya.

Selain itu, dia juga menduga hal ini dikarenakan banyak lahan yang sebelumnya terbengkalai di atas DAS Petanu mulai diolah warga, karena pandemi yang menyebabkan banyak warga kehilangan pekerjaan. 

"Kemungkinan lain  yang menyebabkan kera-kera mulai menjarah kebun warga, karena kebun-kebun di atas DAS Petanu mulai diolah warga. Ini imbas pariwisata. Dulu, kebun miliknya dipelihara sekedarnya karena bekerja di sektor pariwisata, karena sudah tidak kerja, maka serius garap kebun. Sehingga saat kebun dijarah kera, mulai kewalahan," ujarnya.

Supaya hal ini tak terjadi berlarut-larut,saat ini pihaknya tengah mencari solusi dengan BKSDA Bali dan tokoh masyarakat. 

"Sedang dicarikan solusinya. Yang pasti, tidak mungkin memusnahkan kera-kera itu, pasti ada solusi lain, salah satunya perlahan-lahan mengembalikan kondisi habitat kera ini," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved