Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Spanduk Berbalas Spanduk, Dinamika Trotoar Rusak Pariwisata Ubud Bali

Gus Bem mengungkapkan bahwa sejak adanya spanduk kritikan, banyak tokoh Ubud yang ingin memberikan dukungan

Tayang:
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Spanduk: Tampak spanduk kritikan dan jawaban terpasang di dinding kawasan Jalan Raya Tjampuhan Ubud, Gianyar, Bali, Minggu 31 Mei 2026. Spanduk Berbalas Spanduk, Dinamika Trotoar Rusak Pariwisata Ubud Bali 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kerusakan trotoar di kawasan Pariwisata Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, telah mencoreng wajah pariwisata Internasional. 

Sebab, selain merusak estetika, kerusakan trotoar ini juga mengganggu kenyamanan wisatawan.

Berbagai protes telah dilakukan oleh masyarakat. Mulai dari membuat video parodi, hingga berkomentar secara terus terang di media sosial. 

Terbaru, protes dilakukan dalam bentuk pemasangan spanduk, yang dipasang di kawasan Jalan Raya Tjampuhan. 

Baca juga: Trotoar Diserobot, Reklame Ilegal yang Menjamur di  Abiansemal Diperketat

Spanduk tersebut memampang wajah dua sosok pemimpin, yakni Gubernur Bali, Wayan Koster dan Bupati Gianyar, I Made 'Agus' Mahayastra.

Spanduk ini berisikan tulisan yang meminta agar pemerintah segera memperbaiki kerusakan tersebut, karena wisatawan kerap tersandung di sana. 

"Pak Wayan ajak Pak Agus, de olas benin trotoar di Ubud uli patung Arjuna ked di Sanggingan. Lek ati Jak morist sai kejengklok baisne!!! Oke bos" demikian tulisan berbahasa Bali dalam spanduk yang ditempel di dinding itu.

Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi, "Pak Wayan dan Pak Agus, tolong perbaiki trotoar di Ubud dari patung Arjuna sampai Sanggingan. Malu sama turis sering tersandung kakinya"

Berselang sehari, muncul tulisan balasan yang menekankan bahwa perbaikan tersebut telah direncanakan pemerintah, dengan menyiapkan anggaran Rp 9 miliar. 

Dalam spanduk yang dipasang di samping spanduk kritikan tersebut, ditegaskan bahwa menggunakan anggaran pemerintah membutuhkan proses, tidak bisa instan seperti menggunakan uang milik nenek.

"Suksma bos!!! Sudah dianggarkan 9 miliar masih berproses. Mlanjang pis pemerintah sing care mesuang pis dadong e jumah. Tahun niki sampun dikerjakan, kanggeang bertahap. (Terima kasih bos!!! Sudah dianggarkan Rp 9 miliar masih berproses. Membelanjakan uang pemerintah tidak seperti menggunakan uang nenek di rumah. Tahun ini sudah dikerjakan, maklumi bertahap).

Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama saat dikonfirmasi, Minggu 31 Mei 2026, mengatakan bahwa baliho balasan tersebut tidak dipasang oleh Pemkab Gianyar maupun Pemprov Bali

Namun ia membenarkan terkait anggaran Rp 9 miliar untuk perbaikan trotoar tersebut.

"Mungkin dipasang masyarakat di sana ya? Kita tidak tahu siapa yang pasang, karena pembangunan trotoar dari Februari kita sudah sosialisasikan dengan tokoh-tokoh Ubud dan sudah berkali-kali rapat,” ujar Gus Bem sapaannya.

Gus Bem mengungkapkan bahwa sejak adanya spanduk kritikan, banyak tokoh Ubud yang ingin memberikan dukungan pada Bupati Mahayastra, karena selama kepemimpinan Mahayastra, banyak pembangunan di arahkan ke Ubud untuk menunjang sektor pariwisata.

"Ada info juga dari beberapa tokoh mau pasang foto dan baliho ucapan terima kasih ke Pak Bupati. Tapi Pak Bupati kayaknya belum memberi jawaban," ujarnya. (*)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved