Berita Denpasar
Baru Diupacarai Kurang dari Dua Bulan, Gedung SMPN 14 Denpasar Sudah Bocor dan Retak-retak
Pembangunan tahap I gedung SMPN 14 Denpasar sudah selesai pada Desember 2020 lalu. Gedung sekolah ini juga sudah di-pelaspas (diupacarai)
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembangunan tahap I gedung SMPN 14 Denpasar sudah selesai pada Desember 2020 lalu.
Gedung sekolah ini juga sudah di-pelaspas (diupacarai) dan diserahterimakan pada 21 Desember 2020.
Belum genap dua bulan di-pelaspas, sudah banyak kerusakan yang ditemukan pada gedung yang dibangun di atas tanah seluas 50 are ini.
Dari sidak yang dilakukan oleh Komisi III dan IV DPRD Kota Denpasar, Selasa 16 Februari 2021 ditemukan beberapa kerusakan pada bangunan.
Baca juga: Pembangunan Tahap I Sudah Selesai, SMPN 14 Denpasar Bali Ternyata Belum Miliki IMB
Baca juga: Seorang Pria di Denpasar Nekat Akhiri Hidup di Kamar Mandi
Baca juga: Check-In untuk Istirahat Full, Seorang Pria Meninggal di Penginapan Denpasar, Polisi Temukan Ini
Mulai dari tembok terkelupas, plafon bocor, tembok retak, hingga finishing yang masih kasar.
Juga ditemukan ukuran anak tangga yang tak sama.
“Ini yang kerja tukang apa pakai tangan saja. Kalau plesterannya seperti ini, saya juga bisa buat pakai tangan,” celetuk salah seorang anggota dewan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, Eko Supriadi mengatakan buruknya kualitas bangunan ini karena kurangnya pengawasan dari PUPR Denpasar.
Padahal bangunan ini akan digunakan dalam jangka waktu yang lama.
“Batanya ini baru beberapa bulan sudah jamuran, sangat kurang ini, bisa sampai kapan ini bertahan, belum apa-apa sudah jamuran. Saya juga temukan tembok yang retak-retak. Dari awal pengawasannya ini sudah kurang,” katanya.
Ia pun menduga beberapa ruangan baru dilakukan pemolesan saat akan ada sidak.
“Di sini banyak retakan-retakan dan baru dipoles saat kami mau sidak. Walaupun saya jarang ke sini, tapi banyak saya dapat laporan,” kata politisi PDIP ini.
Selain itu, masalah drainase di sekolah ini juga menjadi sorotan.
Termasuk pemipaan untuk toilet juga banyak yang bocor sehingga membuat plafon lembab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dprd-denpasar-sidak-ke-smpn-14-denpasar.jpg)