Corona di Bali
Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 123 Orang, 114 Pasien Sembuh dan 2 Meninggal Dunia
penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 123 orang, kasus sembuh bertambah di angka 114 orang serta 2 orang pasien dinyatakan meninggal dunia
Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Selasa, 16 Februari 2021, Denpasar masih mencatat adanya penambahan kasus positif, kasus sembuh dan kasus meninggal dunia terkonfirmasi Covid-19.
Yakni penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 123 orang, kasus sembuh bertambah di angka 114 orang serta 2 orang pasien dinyatakan meninggal dunia.
Terkait 2 orang yang dinyatakan meninggal dunia yakni seorang laki-laki usia 78 tahun yang berdomisili di Desa Sumerta Kaja.
Dan seorang laki-laki usia 69 tahun yang berdomisili di Kelurahan Pemecutan.
Baca juga: UPDATE Covid-19 di Bali 16 Februari 2021, Positif: 274 Orang, Sembuh: 314 Orang & Meninggal: 9 Orang
“Hari ini kasus positif bertambah sebanyak 123 orang, kasus sembuh bertambah 114 orang dan 2 pasien meninggal dunia, hari ini kasus covid 19 kembali meningkat, tren penularan yang masih terjadi ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.
“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah telah menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat drastis, tanpa di sadari peningkatan ini jauh berbahaya dari rata-rata angka Covid-19 pada tahun 2020 lalu,” imbuhnya.
Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.
Karenanya bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius Satgas Covid-19 Kota Denpasar lewat pendampingan yang dikoordinir oleh Camat.
Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.
Dalam kesempatan tersebut Dewa Rai juga mengajak masyarakat untuk mengurangi mobilitas, dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Hal ini mengingat tren peningakatan kasus yang diiringi dengan menurunya angka kesembuhan akan berpengaruh pada ketersediaan ruang isolasi dan perawatan.
“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga
Hal ini mengingat tingkat hunian isolasi dan ICU yang terus meningkat berpengaruh kepada kesediaan ruang rawat,” jelasnya.
Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: PPKM Mikro di Tabanan Efektif Turunkan Kasus Covid-19, 1 Desa Berubah dari Zona Merah ke Zona Oranye
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/juru-bicara-gugus-tugas-percepatan-penanganan-covid-19-kota-denpasar-i-dewa-gede-rai-1.jpg)