Breaking News:

Serba Serbi

Makna Palinggih Padmasana dalam Hindu Bali

Satu diantara palinggih yang kerap ada di pura, maupun di pamerajan atau sanggah umat Hindu di Bali adalah palinggih Padmasana

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Palinggih Padmasana dan bunga teratai - Makna Palinggih Padmasana dalam Hindu Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satu diantara palinggih yang kerap ada di pura, maupun di pamerajan atau sanggah umat Hindu di Bali adalah palinggih Padmasana.

Jero Mangku Ketut Maliarsa menjelaskan, secara etimologi kata Padmasana berasal dari bahasa Sansekerta.

Padma berarti bunga teratai, dan asana mempunyai makna sikap duduk.

“Bunga teratai dipilih sebagai lambang untuk menggambarkan kesucian, kemuliaan, dan keagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” jelasnya kepada Tribun Bali, Jumat 19 Februari 2021.

Baca juga: Pangelukatan Siwa Agni Gemana Digelar Pemkot Denpasar di Pantai Padanggalak Denpasar Bali

Baca juga: Hari Suci Siwaratri di Pura Dalem Tungkub Dihadiri Bendesa Adat Hingga Senator DPD RI AWK

Baca juga: RENUNGAN Siwaratri: Malam Paling Gelap hingga Refleksi Kisah Lubdaka Sang Pemburu

Dikatakan demikian, karena bunga teratai berhelai delapan, dan dikatakan sebagai lambang jumlah manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan delapan arah penjuru (asta dala) mata angin.

Sebagai kedudukan horizontal, meliputi arah timur (Purwa) sebagai Iswara.

Tenggara (Agneya) Dewa Maheswara, selatan (Daksina) Dewa Brahma, barat daya (Nairiti) Dewa Rudra.

Barat (Pascima) Dewa Mahadewa, Barat Laut (Wayabya) Dewa Sangkara, Utara (Uttara) Dewa Wisnu, Timur Laut (Airsanya) Dewa Sambu, dan Madya (tengah) Dewa Siwa.

“Disamping itu, puncak mahkota bunga teratai berupa sari bunga, yang melambangkan simbol kedudukan Ida Sang Hyang Widhi Wasa secara vertikal,” sebutnya.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved