Berita Denpasar
Pangelukatan Siwa Agni Gemana Digelar Pemkot Denpasar di Pantai Padanggalak Denpasar Bali
Serangkaian Hari Raya Saraswati pada Minggu 31 Januari dilaksanakan persembahyangan dan penglukatan “Marga Gemana, Siwa Agni Gemana, Astung Pungkur” d
Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Serangkaian Hari Raya Saraswati pada Minggu 31 Januari dilaksanakan persembahyangan dan penglukatan 'Marga Gemana, Siwa Agni Gemana, Astung Pungkur' di Pantai Padanggalak.
Acara ini dipuput oleh Ida Pedanda Wayahan Wanasari dari Griya Wanasari Sanur.
Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Made Raka Purwantara mengatakan acara persembahyangan dan penglukatan ini dilakukan dengan sederhana dan kehadiran umum yang terbatas.
Hal ini dikarenakan masih dalam situasi pandemi Covid-19.
“Kami berharap agar masyarakat tidak melakukan penglukatan ke pantai atau segara, karena saat ini masih dalam masa Pandemi Covid-19,” kata Raka Purwantara.
• Hari Raya Saraswati, Esok Masyarakat Diminta Tak Melukat ke Pantai
• Ini Makna dan Filosofi Hari Raya Saraswati, Dipercaya Sebagai Hari Turunnya Ilmu Pengetahuan
• Usai Hari Raya Saraswati, Keluarga Akan Mencari Hari Baik untuk Prosesi Jenazah Ida Bagus Sunartha
Ia mengatakan, tirta penglukatan ini disebarkan ke Desa Adat se Kota Denpasar untuk diletakan di Kahyangan Tiga.
Selanjutnya, masyarakat khususnya di Kota Denpasar dapat “nunas” tirta penglukatan tersebut di Pura Desa, Pura Dalem, atau Pura Puseh untuk digunakan di rumah masing-masing.
Selama pelaksanaan upacara Banyupinaruh suasana Pantai Padanggalak dan pantai Sanur sepi, karena pintu masuk kepantai di jaga Pecalang dan satgas gotong royong desa Adat.
Ia berharap dengan dilaksanakannya persembahyangan dan penglukatan ini diharapkan pandemi Covid-19 dapat segera berlalu dan masyarakat dapat kembali beraktivitas serta beribadah sesuai dengan Adaptasi kebiasaan baru.
“Untuk tahun ini karena masih dalam masa pandemi Covid 19, pelaksanaan upacara Banyu Pinaruh dilakukan sangat terbatas, jadi hanya yang terkait saja seperti Sulinggih, pemangku dan Serati Banten saja yang hadir, untuk umat bisa melakukan penglukatan di rumah masing masing setelah Tirta dibagikan kepada masing masing Desa Adat,” katanya.
Di Pantai Padanggalak Pecalang dari Desa Adat Kesiman beserta Linmas melakukan penjagaan di pintu masuk pantai.
Mereka menghalau setiap warga yang akan ke pantai untuk melukat.
Satu-persatu kendaraan yang akan ke pantai diminta putar balik.
Salah seorang Pecalang, Made Astawa mengatakan penjagaan ini dilakukan mulai pukul 03.00 Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelaksanaan-pangelukatan-di-pantai-padanggalak-denpasar.jpg)