Breaking News:

Berita Denpasar

Memasuki HUT ke 60, Ini Sejarah Penamaan Korem 163/Wira Satya

Korem 163/Wira Satya menggelar serangkaian acara menuju puncak peringatan HUT ke-60 pada 24 Februari 2021 mendatang

Dok. Penrem 163/Wira Satya
Keluarga Besar Korem 163/Wira Satya melaksanakan Upacara Penjamasan Duaja di Pura Ksatria Raksa Bhuwana, Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Bali, Kamis 18 Februari 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Korem 163/Wira Satya menggelar serangkaian acara menuju puncak peringatan HUT ke-60 pada 24 Februari 2021 mendatang.

Pada Kamis 18 Februari 2021 keluarga besar Korem 163/Wira Satya melaksanakan upacara penjamasan dan persembahyangan dipimpin Pinandita Pura Gunung Kawi Jero Mangku Ketut Wirawan yang secara khusus dihadirkan ke Makorem 163/Wira Satya dan diikuti secara hikmad oleh seluruh personel yang mengikuti prosesi upacara.

Kapenerem Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia, S.S. menuturkan sejarah penamaan Duaja Korem 163/Wira Satya mengacu pada Surat Keputusan (SK) Menteri/Panglima Angkatan Darat Nomor: Kep-385/5/1966 tertanggal 20 Mei 1966, yang merupakan referensi atau dasar disahkannya Duaja Korem 163/Bali dengan nama “Wira Satya”.

"Sehingga sejak saat itu sebutan Korem 163/Bali berubah menjadi Korem 163/Wira Satya," kata Kapenrem kepada Tribun Bali.

Baca juga: Kodam IX/Udayana Buka Penerimaan Prajurit TNI AD, Peserta Tak Dipungut Biaya

Baca juga: Pangdam IX/Udayana Ikuti Rapim TNI dari Makodam, Bahas Isu Covid-19 hingga Stabilitas Negara

Baca juga: 11 Anggota TNI Kodam Udayana Gugur Terpapar Covid-19, Mayjen TNI Maruli Ajak Masyarakat Disiplin

Lanjutnya, Duaja Korem 163/Wira Satya menggunakan lambang “Marakata” yaitu Penguasa atau Raja Bali yang tempat pemujaannya di Pura Gunung Kawi Tampaksiring, Gianyar yang sangat disucikan keberadaannya.

"Prabu Marakata merupakan Putra Mahkota Raja Udayana sebagai seorang figur pemimpin yang terkenal pada zaman kerajaan terdahulu, baik di Bali maupun di Nusa Tenggara," jelasnya.

Sehingga dengan memahami dan meneladani kepemimpinan Prabu Marakata, selaku pewaris tahta Raja Udayana, diharapkan seluruh Prajurit Korem 163/Wira Satya memiliki semangat juang, jiwa ksatria, waspada dan bijaksana.

"Mewujudkan persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat Bali yang selama ini terpelihara dengan baik dapat dipertahankan sampai kapan pun," katanya.

Di era saat ini, sebut Mayor Diana sifat-sifat keteladanan tersebut diwujudkan dengan berbagai bentuk kemanunggalan TNI dengan masyarakat untuk selalu bersinergi dalam mengisi pembangunan.

Halaman
123
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved