Breaking News:

Corona di Bali

Pilot Project Posko Desa untuk Percepat Penanganan Covid-19 Dibentuk di 11 Titik di Bali

Unsur tingkat desa atau kelurahan di Bali semakin diintensifkan melalui pembentukan Pilot Project Posko Desa untuk percepatan penanganan Covid-19.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., dalam rapat virtual pembentukan pilot project posko desa percepat penanganan Covid-19 di Bali, Jumat 19 Februari 2021 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Unsur tingkat desa atau kelurahan di Bali semakin diintensifkan melalui pembentukan Pilot Project Posko Desa untuk percepatan penanganan Covid-19.

Pembentukan pilot project posko desa ini melibatkan berbagai pihak baik itu pemerintah, TNI-Polri serta komponen paling bawah di tingkat desa atau kelurahan. 

Sebagai inisiasi dari Kodam IX/Udayana, Korem 163/Wira Satya bersama Kodim Jajaran di bawahnya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Pilot Project Posko Desa tersebut.

Baca juga: Penundaan Vaksinasi Covid-19 Kedua pada Nakes, Apa Dampaknya?

Baca juga: Suarjaya Akui Ada Keterlambatan Pengiriman Vaksin Covid-19 di Bali

Rapat secara virtual atau melalui video conference dipimpin Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., dan dihadiri oleh seluruh Dandim Jajaran Korem 163/Wira Satya dari ruang video conference masing-masing, Jumat 19 Februari 2021.

Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., mengatakan Pembentukan Pilot Project Posko Desa merupakan inisiasi Kodam IX/Udayana dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 di Bali. 

"Pembentukan Pilot Project Posko Desa ini nantinya akan menjadi percontohan bagi Posko Desa lainnya," terang Danrem. 

Baca juga: Suarjaya Akui Ada Keterlambatan Pengiriman Vaksin Covid-19 di Bali

Baca juga: Mobilitas Masyarakat Tinggi, Kendala Desa Banjar Anyar Tabanan Turunkan Kasus Positif Covid-19

Sesuai hasil koordinasi dengan Kodim Jajaran, Pilot Project Posko Desa direncanakan dilaksanakan di 11 Desa/Kelurahan dari 5 Kabupaten/Kota.

"Dengan rincian, Kabupaten Badung yaitu Desa Unggasan, Desa Dalung dan Desa Tuban. Kabupaten Gianyar yaitu Desa Mas. Kabupaten Tabanan yaitu Desa Dauh Peken. Kabupaten Bangli yaitu Desa Abuan. Serta Kota Denpasar yaitu Desa Pemecutan Kaja, Desa Sumerta Kelod, Desa Pemecutan Kelod, Desa Pemogan dan Kelurahan Sesetan," rincinya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Danrem juga memberikan penekanan agar struktur organisasi Posko segera dilengkapi dengan surat tugas atau surat keputusan  Kepala Desa/Lurah serta membuat peta bagan wilayah desa.

"Data-data yang harus dilengkapi di Posko dan mekanisme kegiatan yang harus dilaksanakan baik bagi zona hijau, kuning, orange dan merah," sebut dia.

Yang tak kalah penting, kata Danrem, dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, petugas juga melaksanakan tracing di desa secara masif. 

Selain itu, mendata warga yang melaksanakan isolasi mandiri di desa dan mengajukan kebutuhan dalam pelaksanaan isolasi tersebut.

"Tracing segera dilakukan dan apabila menemui kendala terkait ketersediaan Rapid Test Antigen agar segera dikoordinasikan ke pihak Korem 163/Wira Satya untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Kesehatan Kodam IX/Udayana," tutur Danrem. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved