Berita Bali
Wakil Klungkung Juara ‘Debat Mabasa Bali’, Mengasah Kemampuan Berbahasa Bali
Wimbakara (Lomba) Debat Mabasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali 2021 di Gedung Ksirarnawa
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wimbakara (Lomba) Debat Mabasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali 2021 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Art Center Denpasar, Bali, Jumat 19 Februari 2021 sungguh memukau.
Masing-masing kelompok, baik yang pro ataupun kontra tak hanya pasih berbahasa Bali, tetapi juga menguasai materi.
Mereka yang awalnya menyajikan satu topik, lalu ditanggapi dengan kelompok kontra, akhirnya menjadi berkembang, sehingga dibutuhkan sebuah ide dan gagasan kritis untuk mampu mengalahkan lawan.
Debat Mabasa Bali ini diikuti oleh generasi muda setingkat SMA/SMK merupakan perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Bali.
Baca juga: Pemprov Bali Melaksanakan Lomba Ngetik Aksara Bali di Bulan Bahasa Bali 2021, Diikuti 8 Peserta
Baca juga: Menparekraf Sandiaga Minta Program Free Covid Corridor (FCC) Masuk Pembahasan Tahap Akhir
Baca juga: Jro Bendesa Adat Mengwitani Duta Kabupaten Badung Raih Juara I Lomba Pidato Bahasa Bali
Dalam pelaksanaan lomba panitia tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.
Kali ini Kabupaten Tabanan, Bangli dan Karangasem tidak mengirimkan dutanya, alias absen, maka wimbakara hanya diikuti 6 kelompok peserta.
Masing-masing kelompok terdiri dari 3 orang yang semuanya sebagai pembicara.
Seluruh peserta betul-betul menguasai panggung dan bahan, sehingga antara kelompok pro ataupun kontra sering kekurangan waktu, karena saking serunya.
Dalam Wimbakara Debat Mabasa Bali itu ada 5 topik yang diperdebatkan, yaitu 1. Gering Agung Covid-19, mawit saking pangekan manusa (buatan manusia), 2. Nayaka Praja (pamerintah) sampun ngelimbakang wantuan ring sang sane yakti muatang, 3. Basa, aksara, miwah sastra Bali prasida nawengin (melindungi) para jana saking panglimbak Covid-19, 4. Pariwisata Bali tan sida mamargi salami panglimbak Covid-19, dan 5. Baga pertanian pinaka jalaran nincapang guna kaya (perekonomian) Bali salami panglimbak Covid-19.
Meski tanpa penonton, debat ini seakan panas dingin.
Sebab, masing-masing kelompok terkadang emosi dalam menyampaikan argument, terkadang pula teduh sehingga suasana menjadi tinggi.
Walau hampir semua peserta tampil baik, namun dewan juri, yang terdiri dari Drs. I Dewa Gede Windhu Sancaya, M.Hum.,(Dosen Universitas Udayana), Drs. I Gusti Lanang Subamia, M.M., (Praktisi Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali) dan Ida Bagus Oka Manobhawa, S.Pd., (Penyuluh Bahasa Bali) tetap memilih yang terbaik, sehingga menetapkan Duta Kabupaten Klungkung sebagai Juara I (SMA 2 Semarapura, Duta Kabupaten Badung sebagai Juara II dan Duta Kabupaten Buleleng (SMA 1 Seririt) sebagai Juara III.
Windhu Sancaya mengatakan, keterlibatan anak-anak mengikuti lomba Debat Mabasa Bali ini patut dihargai.
Lomba ini merupakan salah satu media untuk mengekspresikan kemampuan anak-anak muda berbahasa Bali.
Media ini sangat penting, dan Pemerintah Provinsi Bali sudah memberikan ruang melalui Bulan Bahasa Bali ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wakil-klungkung-juara-debat-mabasa-bali-mengasah-kemampuan-berbahasa-bali.jpg)