Breaking News:

Berita Badung

Pemerintah Badung Akui Sudah Usulkan Pengadaan Bibit Babi, Namun Tidak Bisa Direalisasikan Tahun Ini

Hal itu dilakukan karena banyak peternak yang merugi akibat babinya mati terserang virus yang diduga African Swine Fever (ASF) 

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan mengaku sudah merancang agar kelompok peternak babi di Gumi keris mendapatkan bantuan bibit babi.

Hal itu dilakukan karena banyak peternak yang merugi akibat babinya mati terserang virus yang diduga African Swine Fever (ASF) .

Sayangnya, lantaran kondisi keuangan Pemkab Badung ditengah pandemi covid-19 tidak memungkinkan, semua itu pun tidak bisa direalisasikan.

Sehingga dipastikan dinas pertanian dan pangan kabupaten Badung tidak bisa membantu kelompok ternak untuk diberikan bibit babi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana mengatakan dari dulu dirinya sudah merancang hal tersebut.

Baca juga: Tabanan Ajukan 12 Proposal Bantuan, Peternak Minta Pemprov Pastikan Bibit Babi Sehat & Tepat Sasaran

Baca juga: Tabanan Bali Dipastikan Dapat Bantuan Bibit Babi

Baca juga: Terima Audiensi Para Peternak, Dewan Dukung Pelarangan Masuknya Bibit Babi dari Luar Bali

Bahkan sudah pula  mengusulkan anggaran pengadaan bibit babi itu.

"Namun karena kondisi keuangan daerah belum memungkinkan, sepertinya tahun 2021 ini belum bisa direalisasikan," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu 21 Februari 2021.

Dirinya pun memastikan jika keadaan sudah pulih, maka pihaknya kembali akan mengusulkan untuk membantu peternak babi.

Bahkan semua itu pun akan menjadi prioritas dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung.

Sayangnya Wijana tidak mau membeberkan berapa anggaran yang diusulkan sebelumnya untuk pembelian bibit babi tersebut.

Hanya saja dirinya mengaku sudah mengajukan.

"Sejauh ini, masih banyak masyarakat dan kelompok ternak babi yang ragu untuk melakukan restocking karena masih takut dengan  wabah yang terjadi sebelumnya, yang di duga virus ASF  yang menyerang ternak babi tahun lalu," bebernya.

Kendati demikian pihaknya berharap masyarakat tetap bersabar, lantaran pihaknya tetap akan memprioritaskan hal tersebut.

Bahkan jika ada masyarakat melaksanakan restocking diharapkan untuk lebih berhati-hari agar tidak merugi kembali.

"Intinya kami minta terapkan biosecurity agar, tidak mudah terserang virus kembali," tungkasnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved