Breaking News:

Berita Bali

Tren Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Bali Meningkat,Bulan Ini Polda Ungkap 64 Kasus dan 72 Tersangka

"Ada 72 tersangka yang ditangkap terdiri atas 68 WNI dan 4 warga negara asing (WNA) asal Eropa. 67 laki-laki dan 5 orang perempuan

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol. Mochamad Khozin, S.I.K., S.H., M.H. dalam press release yang digelar di Lobi Dit Resnarkoba Polda Bali, Selasa 23 Februari 2021 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Puluhan kasus penyalahgunaan narkoba berhasil dibongkar jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali sepanjang dalam Operasi Antik Agung 2021 yang digelar 4-19 Februari.

Hal ini disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol. Mochamad Khozin, S.I.K., S.H., M.H. dalam press release yang digelar di Lobi Dit Resnarkoba Polda Bali, Selasa 23 Februari 2021

"Ada 72 tersangka yang ditangkap terdiri atas 68 WNI dan 4 warga negara asing (WNA) asal Eropa. 67 laki-laki dan 5 orang perempuan.

Mereka diamankan dengan barang bukti narkoba berbagai jenis," ujarnya.

Baca juga: Bersihkan Lapas Dari Narkoba, Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan Akan Lakukan Sidak Tiap Sel

"Lokal Bali 30 orang, luar Bali 38 orang dan WNA 4 orang," imbuhnya.

Kombes Pol. Mochamad Khozin, S.I.K., S.H., M.H. menjelaskan, para tersangka ini ditangkap dalam pengungkapan 64 kasus narkoba.

"Dari jumlah tersebut, 31 kasus di antaranya merupakan target operasi (TO).

 Dan 33 non target operasi. Dan hasil non TO melebihi TO," sebutnya.

Dir Res Narkoba merinci barang bukti yang disita terdiri atas ganja 884 gram, shabu 417 gram, ekstasi 125 gram dan 12 butir, kokain 12 gram, tembakau gorila 57 gram, heroin 1 gram, hasish 0,73 gram, khetamine 6,7 gram, LSD yang merupakan jenis baru 0,30 gram dan pil erimin 100 butir, serta uang tunai Rp 290 rb

"Dari 72 tersangka, 60 persen di antaranya pengedar dan 40 persen sisanya pemakai, residivis juga ada," jelasnya

Ia menyebut, kasus penyalahgunaan narkoba pada awal tahun ini cenderung meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Polresta Denpasar paling banyak barang bukti dan tangkapan.

 Untuk kasus WNA kita kembangkan jaringannya.

Rata-rata WNA merupakan pemakai," jelasnya. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved