Breaking News:

Berita Bali

Ular Piton yang Melintang di Depan Krisna Oleh-Oleh Bali Ditemukan Dalam Kondisi Mulutnya Berdarah

"Ularnya terluka, berdarah pada bagian mulutnya, mungkin karena terluka sakit jadi dia tidak bergerak, melintang di badan jalan,

Dok. BPBD Denpasar
Petugas BPBD Denpasar menangkap Ular Piton yang melintang di Jalan Nusa Indah, Sumerta, Denpasar Timur, Denpasar, Bali, pada Selasa 23 Februari 2021 dini hari 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ular Piton yang melintang badan jalan depan Krisna Oleh-Oleh, Jalan Nusa Indah, Sumerta, Denpasar Timur, Denpasar, Bali, pada Selasa 23 Februari 2021 dini hari kondisinya terluka.

Hal ini disampaikan oleh Petugas penangkap ular Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, Made Sucitra kepada Tribun Bali, pada Selasa 23 Februari 2021.

"Ularnya terluka, berdarah pada bagian mulutnya, mungkin karena terluka sakit jadi dia tidak bergerak, melintang di badan jalan, dari awal mendapat laporan hingga kami tiba," ujar Sucitra kepada Tribun Bali.

Diduga ular sepanjang 2,5 meter tersebut mendapat luka akibat terserempet ban kendaraan yang melintas dan tidak menyadari keberadaan ular tersebut di jalanan.

Baca juga: Ular Piton Sepanjang 2,5 Meter Melintang di Depan Krisna Oleh-Oleh, Sempat Halangi Pengguna Jalan

"Diduga terserempet ban kendaraan yang tidak mengetahui ada ular tersebut di jalan, atau bagaimana kita tidak tahu pasti sebab terlukanya," ucapnya

Akibat ular tersebut melintang di badan jalan, sehingga sempat menghambat laju pengguna jalan yang melintas.

Akhirnya setelah mendapat laporan dari warfa, Tim Reptil dari petugas Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar tiba di lokasi dan berhasil mengevakuasi Ular Piton tersebut sekitar pukul 02.00 Wita.

Ular tersebut berhasil dievakuasi dengan menggunakan stik khusus penangkap ular dan tanpa perlawanan.

Selanjutnya, oleh empat petugas BPBD Denpasar, ular tersebut dibawa ke Pos BPBD Juanda untuk diamankan.

Ular tersebut rencananya dipelihara dan dirawat lebih lanjut oleh komunitas pecinta reptil untuk penanganan lebih lanjut.

Made Sucitra menuturkan, biasanya pada musim hujan ular bergerak mengikuti arus got mencari tempat yang hangat dan mangsa untuk makanannya.

Sementara itu, terpisah, Sekretaris BPBD Denpasar, Ardy Ganggas mengimbau agar masyarakat tidak gegabah jika menemukan ular masuk ke dalam rumah atau area permukiman warga.

"Kalau ada ular masuk rumah, sebaiknya jaga jarak aman, dan jangan ganggu ular supaya ular tidak kabur, lalu bisa melapor ke BPBD Denpasar agar ular tersebut dievakuasi," ujarnya. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved