Breaking News:

Berita Buleleng

Satgas Perpanjang PPKM Mikro di Empat Wilayah, Kasus Terkonfirmasi Masih Ditemukan di Buleleng

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng memperpanjang penerapan PPKM berskala mikro di dua desa dan dua kelurahan

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa - Satgas Perpanjang PPKM Mikro di Empat Wilayah, Kasus Terkonfirmasi Masih Ditemukan di Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng memperpanjang penerapan PPKM berskala mikro di dua desa dan dua kelurahan yang ada di Buleleng, Bali.

Perpanjangan ini dilakukan lantaran kasus terkonfirmasi di wilayah tersebut, yakni Desa Pejarakan, Desa Pemaron, Kelurahan Banyuning dan Kelurahan Banyuasri masih ditemukan.

Sekda Buleleng juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa ditemui Selasa 23 Februari 2021 mengatakan, berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh pihaknya, kasus terkonfirmasi di empat wilayah itu masih ditemukan.

Sehingga pihaknya merasa PPKM Mikro masih perlu dilakukan di wilayah tersebut hingga dua minggu ke depan sampai wilayah itu menjadi zona hijau atau tidak ada kasus terkonfirmasi.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 129 Orang, Sembuh 128 Orang dan 3 Meninggal Dunia

Baca juga: Kodam IX/Udayana Diaudit, Salah Satunya Soal Dana Bantuan Penanganan Covid-19

Baca juga: Kenali Gejala Dan Ciri-ciri Long Covid-19, Gejala yang Muncul Bisa Sampai Berbulan-bulan 

Berbeda dengan dua desa lainnya yakni Menyali dan Tajun, kata Suyasa, tidak lagi ditemukan adanya kasus terkonfirmasi.

Sehingga pihaknya mencabut penerapan PPKM Mikro di dua desa tersebut.

"Apa yang menyebabkan masih ada kasus di empat wilayah ini, apakah kasus berantai atau menyebar keluar itu masih kami pelajari. Tracing harus masif dilakukan di desa-desa yang diterapkan PPKM Mikro. Semua puskesmas yang ada di daerah PPKM Mikro harus melakukan tasting dengan rapid test antigen kepada masyarakat yang masuk dalam daftar kontak erat. Kalau rapid test antigennya habis, segera ajukan ke Dinkes," katanya.

Selain itu, Suyasa juga menyebut pihaknya ikut memperpanjang pembatasan jam buka tutup toko modern dan restoran, hingga pukul 21.00 Wita.

Suyasa pun tidak menampik dalam SE Gubernur, pengaturan jam buka tutup toko ini tidak diatur bagi pedagang tradisional.

"Yang dipentingkan saat webinar menghindari kerumunan, jadi bungkus lalu bawa pulang. Nanti pasti akan ada pertanyaan toko dan mall kan tidak makan ditempat, tapi dalam SE diatur bahwa toko dan mall dibatasi hingga pukul 21.00 Wita. Sementara pedagang tradisional tidak diatur jam pembatasannya. Besok (Rabu,red) kami akan rapat dengan tim Yustisi untuk menyamakan persepsi, mana yang jam buka tutupnya diatur, dan mana yang tidak," terangnya.

Di sisi lain, terkait perkembangan Covid-19 di Buleleng pada Selasa 23 Februari 2021 terdapat penambahan kasus baru terkonfirmasi sebanyak 36 orang.

Dengan rincian 19 orang asal Kecamatan Buleleng, satu orang asal Kecamatan Banjar, empat orang asal Kecamatan Seririt, empat orang asal Kecamatan Sukasada, lima orang asal Kecamatan Gerokgak, satu orang asal Kecamatan Busungbiu, satu orang asal Kecamatan Tejakula, dan satu orang lainnya asal Kecamatan Sawan.

Selain itu juga terdapat penambahan 27 pasien yang telah dinyatakan sembuh.

Sehingga jumlah pasien Covid yang masih dirawat sebanyak 192 orang. (*).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved