Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Kenali “Swiss Cheese Model” Dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19

Salah satu model yang baru-baru ini diperkenalkan sebagai salah satu alternatif dalam melawan covid-19 adalah " Swiss Cheese Model".

Tayang:
tribun bali/dwisuputra
infografis "swiss cheese model" dalam upaya pengendalian penyebaran virus corona 

TRIBUN-BALI.com - Pemerintah berbagai negara masih terus melakukan upaya pencegahan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 yang masih terjadi di dunia.

Upaya itu dilakukan dengan berbagai model kebijakan. Namun, dengan pandemi yang berlangsung sejak Desember 2019, banyak yang mengalami kelelahan, termasuk garda terdepan tenaga kesehatan hingga masyarakat.

Kondisi ini menjadi kekhawatiran tersendiri. Para ahli kesehatan publik pun mengingatkan bahwa kombinasi dari berbagai alternatif tindakan dapat mengurangi beban tersebut.

Salah satu model yang baru-baru ini diperkenalkan sebagai salah satu alternatif adalah " Swiss Cheese Model". Apa itu Swiss Cheese Model? 

Baca juga: Tunda Pembangunan, Desa Adat Saba Gianyar Alihkan Dana Rp100 Juta untuk Penanggulangan Covid-19

Baca juga: Update Covid-19 di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 79 Orang, 3 Pasien Meninggal Dunia

Baca juga: Sebanyak 3.443 Tenaga Medis di Jembrana Bali Jalani Vaksinasi Covid-19

Swiss cheese model

Pemodelan ini menggunakan lapisan keju untuk menggambarkan bagaimana intervensi satu dengan lapisan lainnya bekerja bersama untuk mencegah penyebaran virus lebih luas, termasuk jarak fisik, penggunaan masker, cuci tangan, dan disinfeksi.

Setiap langkah tersebut digambarkan sebagai satu lapis keju untuk menghalangi atau mencegah transmisi virus corona. Setiap satu lapis keju berisi lubang secara acak, karena inilah setiap langkah selalu ada kelemahannya ataupun tidak sempurna.

Mengutip Global News, 13 Oktober 2020, saat intervensi dikombinasikan seperti tumpukan lapisan keju Swiss, beberapa lubang di dalamnya dapat ditutup. Kondisi ini menggambarkan kemungkinan penularan virus menurun atau bahkan terhenti.

Beberapa virus mungkin dapat lewat melalui lubang keju tersebut, tetapi kemungkinannya lebih rendah jika setiap lapisan tersusun dengan baik. "Keindahan dari model ini adalah bahwa ia memperlihatkan kekuatan dan kelemahan dari tiap-tiap intervensi," kata Epidemiolog Pengendalian Infeksi dan Asisten Profesor di University of Toronto, Colin Furness.

Menurut dia, model ini menunjukkan bahwa jika variasi intervensi dilakukan, harus disusun dan dijalankan bersama agar efektif.

Adaptasi untuk Covid-19

Swiss Cheese Model sendiri sudah ada sejak lama. Pemodelan ini pertama kali dibuat pada 1990 oleh seorang Profesor di Manchester University, James Reason.

Saat ini, pemodelan tersebut telah digunakan secara luas dalam berbagai bidang, mulai dari perawatan kesehatan, manajemen risiko, teknik, hingga penerbangan.

Adapun Swiss Cheese Model untuk pencegahan penyebaran virus corona diadaptasi oleh seorang Virolog Australia, Ian M. Mackay. Ia mengunggah adaptasi pemodelan tersebut melalui akun Twitter-nya, @MackayIM

Dalam adaptasi pemodelan terbarunya (versi 3) yang diunggah Sabtu (24/10/2020), ada 10 lapisan yang dikombinasikan sebagai pertahanan terhadap pandemi virus pernapasan tersebut.

Sebanyak 10 lapisan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab bersama.

Ada 5 lapisan pertama terkait tanggung jawab pribadi terdiri atas:

  • Tinggal di rumah jika sakit
  • Penggunaan masker
  • Higienitas tangan 
  • Hindari menyentuh wajah Sementara,
  • Membatasi waktu di suatu tempat jika terdapat kerumunan.

5 lapisan kedua terkait tanggung jawab bersama terdiri atas:

  • Tes dan penelusuran yang cepat dan sensitif
  • Ventilasi, outdoor, filtrasi udara
  • Komunikasi pemerintah dan dukungan finansial
  • Karantina dan isolasi
  • Vaksin

Melansir Cleveland Clinic, adaptasi model juga telah dilakukan untuk meminimalisir risiko penyebaran virus corona di tempat kerja melalui penggunaan masker, jarak fisik, pembersihan dan disinfeksi, serta mencuci tangan.

Dukungan para ahli

Adaptasi pemodelan Swiss Cheese Model sebagai pertahanan terhadap virus corona oleh Ian juga didukung oleh para ahli kesehatan publik di dunia.

Mereka menyebut bahwa model ini menggambarkan cara yang efektif tentang bagaimana seseorang dapat membantu melawan penyebaran Covid-19.

"Kombinasi intervensi 'pengurangan kontak' seperti pembatasan bergabung dalam kerumunan dan 'pengurangan penularan' seperti penggunaan masker adalah konsep yang membuatnya bekerja," kata dokter dan sosiolog di Yale University, Nicholas Christakis.

Seperti diberitakan Statnews, Sabtu (24/10/2020), upaya-upaya ini tidak dapat mencegah apa yang telah terjadi di masa lalu, tetapi memberikan kesempatan kedua untuk mengendalikan virus. Kasus Covid-19 di dunia, menurut data dari laman Worldometers, Kamis (25/02/2021), tercatat sebanyak 113 juta kasus dengan lebih dari 2,5 juta kasus kematian.

Sementara, lebih dari 88,6 juta pasien telah dinyatakan sembuh.

(Kompas.com/Vina Fadhrotul Mukaromah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu "Swiss Cheese Model" dan Bagaimana Bisa Cegah Penyebaran Covid-19?"

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved