Breaking News:

Corona di Bali

Terkait Pemulangan Paksa Jenazah Suspect Covid-19, Ini Kata Kadus Wanasari Denpasar

Jenazah suspect Covid-19 diambil paksa oleh keluarganya di RSUD Wangaya. Kejadian ini terjadi pada Rabu 24 Februari 2021 sekitar pukul 15.30 Wita.

kompas.com
Ilustrasi jenazah - Terkait Pemulangan Paksa Jenazah Suspect Covid-19, Ini Kata Kadus Wanasari Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jenazah suspect Covid-19 diambil paksa oleh keluarganya di RSUD Wangaya.

Kejadian ini terjadi pada Rabu 24 Februari 2021 sekitar pukul 15.30 Wita.

Terkait hal tersebut, dikonfirmasi Kepala Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja, H Badrus Syamsi mengatakan membenarkan kejadian tersebut.

Bahwa ada salah satu warganya di RT 5 meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Wangaya.

Badrus mengatakan, anak almarhum datang ke sana untuk meminta tanda tangan surat menolak Covid.

Baca juga: Begini Kronologi Jenazah Suspect Covid-19 Diambil Paksa dari RSUD Wangaya Denpasar

Baca juga: BREAKING NEWS - Jenazah Suspect Covid Diambil Paksa oleh Keluarga dari RSUD Wangaya Denpasar

Baca juga: Sempat Dihentikan, Satgas Covid-19 Bangli Lanjutkan Karantina Terpusat

"Anak almarhum kemari karena dikasi surat menolak Covid dari RS dan diketahui oleh kepala lingkungan. Dan saya tanda tangan di sana," katanya Kamis, 25 Februari 2021.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari warga jika almarhum telah menjalani tes swab pertama yang hasilnya negatif.

"Menurut warga, hasil Swab pertama sudah keluar dan hasilnya negatif," katanya.

Sebelum meninggal diambil kembali sampel kedua dan hasilnya belum keluar.

Baca juga: Tunda Pembangunan, Desa Adat Saba Gianyar Alihkan Dana Rp100 Juta untuk Penanggulangan Covid-19

Baca juga: Tuntaskan Pembangunan Posko Covid-19 di Tingkat Desa, Penangan Covid-19 Dimulai dari Zona Merah

Baca juga: Jembrana Bali Akan Ada Laboratorium Swab Test Covid-19 Sendiri

Karena alasan sampel pertama negatif, maka keluarga pun bersikeras memulangkan jenazah.

"Karena di Muslim kan tidak boleh membiarkan mayat lama. Secepatnya harus dimakamkan, kecuali tidak ada sampel pertama mungkin tunggu dulu," katanya.

Baca juga: Update Perkembangan Covid-19 di Kota Denpasar

Badrus mengatakan, jenazah sudah dimakamkan kemarin setelah maghrib di Kuburan Muslim Kampung Wanasari. (*)

Badrus juga mengatakan bahwa tak ada pemaksaan pengambilan jenazah.

"Dari informasi pihak keluarga tidak ada pemaksaan, bahkan pihak rumah sakit membantu pemulangannya. Dan sudah sesuai prosedur, karena saya juga menandatangani surat keterangan," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved