Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Update Pembunuhan Khashoggi, Dokumen Baru Ungkap Dugaan Keterlibatan Putra Raja Salman

Dua jet pribadi yang dipakai pasukan yang diduga memenggal jurnalis Jamal Khashoggi dimiliki perusahaan putra Raja Salman.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
AP
Jurnalis Jamal Khasoggi. Sebuah dokumen berlabel sangat rahasia mengungkap detail dugaan keterlibatan Putra Mahkota Kerajaan Arab dalam kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi tahun 2018. 

TRIBUN-BALI.COM, RIYADH - Sebuah dokumen berlabel sangat rahasia mengungkap detail dugaan keterlibatan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman ( MBS ) dalam kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi tahun 2018.

Dua jet pribadi yang dipakai pasukan pembunuh Arab Saudi yang  diduga memenggal jurnalis Jamal Khashoggi dimiliki perusahaan putra Raja Salman tersebut.

Perusahaan ini kurang dari setahun sebelumnya telah disita Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi.

Baca juga: Lima Pelaku Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup

Baca juga: Jamal Khashoggi Ucap Kalimat Penderitaan Sebelum Dihabisi, Tubuhnya Dimutilasi Pakai Gergaji Mesin

Demikian menurut dokumen pengadilan yang baru-baru ini diajukan dilihat CNN.

Dokumen diajukan sebagai bagian dari gugatan perdata dari Kanada awal tahun 2021 ini.

Dokumen berlabel sangat rahasia ditandatangani seorang Menteri Arab Saudi. Dokumen itu mengungkap perintah dari putra mahkota, penguasa de facto Arab Saudi.

"Menurut instruksi Yang Mulia Putra Mahkota," tulis menteri menurut terjemahannya, "Segera setujui penyelesaian prosedur yang diperlukan untuk ini (penyitaan perusahaan)."

Pengajuan tersebut menjelaskan bagaimana kepemilikan Sky Prime Aviation diperintahkan ditransfer ke dana kekayaan negara. Nilai pengalihan mencapai 400 miliar dollar AS (Rp 5,6 kuadriliun) pada akhir 2017.

Pesawat perusahaan tersebut diduga dipakai dalam pembunuhan Khashoggi pada bulan Oktober 2018.

Lembaga Pengelola Investasi milik Kerajaan Saudi dikenal sebagai Dana Investasi Publik. Semua itu dikendalikan Raja Arab Saudi dan diketuai putra mahkota, MBS.

Dokumen yang mengungkap hubungan antara pesawat dan Sang Pangeran itu diajukan o sekelompok perusahaan milik negara Saudi.

Digunakan sebagai bagian dari gugatan penggelapan yang mereka buka bulan lalu di Kanada terhadap mantan pejabat tinggi intelijen Saudi, Saad Aljabri.

Baca juga: Transkrip Detik-detik Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, Sebut tak Bisa Bernafas

Tuduhan penggelapan terhadap Aljabri muncul setelah gugatan yang dia ajukan tahun lalu di Washington DC ke Pengadilan Distrik terhadap MBS.

Aljabri menuduh putra mahkota mengirim tim pembunuh bayaran untuk membunuhnya di Kanada, hanya beberapa hari setelah Khashoggi dihabisi.

MBS mendapat panggilan pengadilan itu melalui WhatsApp. Namun, pada Desember lalu, pengacara pangeran meminta pengadilan untuk membatalkan kasus tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved