Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Update Pembunuhan Khashoggi, Dokumen Baru Ungkap Dugaan Keterlibatan Putra Raja Salman

Dua jet pribadi yang dipakai pasukan yang diduga memenggal jurnalis Jamal Khashoggi dimiliki perusahaan putra Raja Salman.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
AP
Jurnalis Jamal Khasoggi. Sebuah dokumen berlabel sangat rahasia mengungkap detail dugaan keterlibatan Putra Mahkota Kerajaan Arab dalam kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi tahun 2018. 

Bukti bahwa kepemilikan armada pesawat pribadi telah dipindahkan ke Dana Investasi Publik Arab Saudi belum pernah dilaporkan sebelumnya. Hal ini menjadi bukti baru yang mengaitkan MBS dengan kematian Khashoggi.

Pada bulan Oktober 2018, tidak lama setelah pembunuhan Khashoggi, Wall Street Journal mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini.

Dilaporkan bahwa jet Gulfstream yang digunakan oleh para pembunuh itu milik perusahaan yang dikendalikan oleh MBS.

"Dia (MBS) akan melacak [perusahaan] dan akan mengetahui bagaimana itu digunakan," ujar Hoffman, mantan Direktur Divisi Timur Tengah CIA.

"Dan itu menjadi bukti yang lebih potensial etbahwa dia tahu tentang ini. Yang selalu menjadi perdebatan. Ini bukan sekadar bukti biasa, tapi lebih dari itu."

MBS pasti tahu

Segera setelah Kamis 25 Februari 2021, komunitas intelijen AS akan merilis laporan yang telah lama ditunggu publik, dengan detail baru tentang mereka yang berada di balik kematian Khashoggi.

Tidak lama setelah jurnalis Saudi itu dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul, CIA menilai dengan keyakinan tinggi bahwa MBS secara pribadi telah memerintahkan pembunuhan tersebut.

Tetapi pejabat intelijen tidak pernah berbicara secara terbuka atau memberikan bukti.

Seorang penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Juni 2019 menemukan bahwa "tidak mungkin" MBS tidak mengetahui operasi tersebut.

Pejabat Saudi di Washington dan Riyadh tidak segera menanggapi pernyataan baru tersebut. Sementara MBS membantah memerintahkan pembunuhan Khashoggi, tetapi mengatakan bahwa dia bertanggung jawab.

Delapan tersangka dijatuhi hukuman penjara dalam apa yang oleh penyelidik PBB disebut sebagai "parodi keadilan."

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pekan lalu bahwa Presiden AS Joe Biden sedang bekerja untuk "menyesuaikan kembali" hubungan AS dengan Arab Saudi,

Biden berencana untuk berkomunikasi dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud alih-alih putranya, putra mahkota.

Kronologi pemakaian jet pribadi

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved