Breaking News:

Berita Bangli

Dishub Bangli Usulkan 86 Sopir Angkot dan Damri untuk Vaksinasi Covid-19

Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli mengusulkan 86 orang dalam pencanangan vaksinasi virus Corona tahap II.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Bus Damri di Pasar Terminal Loka Crana, Bangli, Kamis 25 Februari 2021 - Dishub Bangli Usulkan 86 Sopir Angkot dan Damri untuk Vaksinasi Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli mengusulkan 86 orang dalam pencanangan vaksinasi virus Corona tahap II.

86 orang tersebut terdiri dari sopir angkutan hingga petugas Damri.

Kepala Dishub Bangli, I Gede Redika menjelaskan, pihaknya melalui bidang angkutan bersama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda), telah melakukan pendataan terhadap seluruh sopir angkutan di Bangli, Bali, menindaklanjuti surat Kemenkes RI.

Pihaknya menyebutkan, untuk di Bangli tercatat 41 sopir angkot yang masih aktif berkaitan dengan pelayanan perhubungan.

Baca juga: Berjalan Hampir Sebulan, Dinkes Bali Belum Temukan KIPI pada Kegiatan Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Pemprov Bali Dukung Pemkab Badung Gunakan Genose sebagai Alat Deteksi Covid-19

Baca juga: Klungkung Dapat 2.600 Dosis Vaksin Pada Sasaran Kedua, Prioritas Nakes yang Belum Dapat Vaksin

“Sejatinya terdapat 70 an sopir angkutan di Bangli. Namun dari hasil identifikasi, hanya 41 sopir angkutan yang masih aktif. Jumlah tersebut yang kami usulkan kepada Dinas Kesehatan, untuk mendapatkan prioritas vaksin karena mereka melakukan pelayanan kepada masyarakat,” sebutnya, Kamis 25 Februari 2021.

Redika menerangkan seluruh sopir angkutan yang diusulkan dalam pencanangan vaksinasi tahap II, hanya mereka yang berasal dari Bangli.

Sementara sopir angkutan yang melayani antar kabupaten, diusulkan dari Kabupatennya masing-masing.

“Kebetulan angkutan jurusan Bangli - Gianyar kebanyakan armadanya dari Gianyar. Sehingga dari Gianyar yang mendata pengusulan vaksinasinya,” ucapnya.

Hal ini berbeda dengan pelayanan Damri (angkutan perintis).

Kendati ada angkutan perintis dengan jurusan Bangli - Tejakula (Buleleng), Redika menjelaskan, angkutan perintis ini lebih banyak melayani lokal Bangli, serta basecamp-nya berada di Bangli, Bali.

Oleh sebab itu seluruh petugas angkutan perintis diusulkan vaksinasi melalui Dinas Perhubungan Bangli.

“Untuk Damri ini diusulkan sebanyak 45 orang. Jumlah ini terdiri dari Pramudi, Pramujasa, serta Operator,” jelasnya.

Sementara, mengenai ojek online hingga sopir taksi, Redika mengatakan, pihaknya tidak mengusulkannya.

Hal ini lantaran di Bangli tidak terdapat taksi maupun ojek online.

Pun untuk ojek, imbuhnya, di Bangli hanya terdapat ojek konvensional yang tidak masuk dalam sasaran target sesuai Surat Kemenkes RI.

“Kalau ojol kan jelas, seperti Gojek, Grab itu ada regulasinya dan ada yang bertanggung jawab terkait dengan perijinan dan operasionalnya. Di sisi lain memang di Bangli ada ojek konvensional, tapi karena tidak ada dasar hukumnya, tidak ada yang mengkoordinir, sehingga tidak bisa diusulkan,” kata Redika.

Selain sopir angkutan dan Damri, pihaknya juga mengusulkan 68 pegawai dan staf baik ASN maupun non-ASN di Dinas Perhubungan Bangli.

Sementara disinggung usulan vaksinasi terhadap juru parkir di pasar, Kadis asal Desa Batur Kintamani itu mengaku belum diusulkan.

“Memang surat edaran Kemenkesnya belum sampai disana (juru parkir), walaupun tidak dipungkiri bahwa juru parkir bagian dari pasar tradisional yang juga berhubungan langsung dengan masyarakat umum. Mengenai hal ini kami coba koordinasikan kembali dengan Dinas Kesehatan bagaimana solusinya,” tandas dia. (*).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved