Breaking News:

Nurdin Abdullah Ditetapkan Sebagai Tersangka, KPK Sita Koper Berisi Uang Rp 2 Miliar

Penyidik KPK pun sudah menyita koper berisi Rp 2 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Nurdin dan beberapa orang lainnya.

Editor: DionDBPutra
KPK
Petugas KPK memperlihatkan barang bukti uang Rp 2 miliar yang dipakai Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto untuk menyuap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah melalui Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat. Barang bukti itu diperlihatkan saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Ahad atau Minggu dini hari 28 Februari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (NA) sebagai tersanga.

Penyidik KPK pun sudah menyita koper berisi Rp 2 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Nurdin dan beberapa orang lainnya.

Menurut Ketua KPK Firli Bahuri, koper berisi uang tersebut bakal diberikan oleh Direktur PT Agung Perdana Balaumba, Agung Sucipto (AS) kepada Nurdin Abdullah.

Pemberian kepada Nurdin Abdullah melalui orang kepercayaannya yakni Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulsel, Edy Rahmat ( ER).

Baca juga: Kronologi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Kena OTT KPK, Ini Penampakan Uang Suap Rp 2 Miliar

Baca juga: Update Gubernur Nurdin Abdullah Diduga Terlibat Kasus Proyek Infrastruktur Jalan

Firli mengatakan, Agung bersama dengan Irfan (IF), sopir Edy, sebelumnya bertemu di sebuah rumah makan di Kota Makassar Jumat 26 Februari 2021 pada pukul 20.24 WIB.

“Dengan beriringan mobil, IF mengemudikan mobil milik ER. Sedangkan AS dan ER bersama dalam satu mobil milik AS menuju ke jalan Hasannudin,” kata Firli dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube KPK, Minggu dini hari 28 Februari 2021.

Dalam perjalanan tersebut, Agung menyerahkan proposal beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2021 kepada Edy.

“Sekitar pukul 21.00 WIB, IF kemudian mengambil koper yang diduga berisi uang dari dalam mobil AS dipindahkan ke bagasi mobil milik Edy di jalan Hasanuddin,” kata Firli.

Setelah pertemuan tersebut, lanjut Ketua KPK Firli Bahuri, pada pukul 23.00 Wita, Agung diamankan penyidik KPK dalam perjalanan menuju ke Bulukumba.

“Sedangkan sekitar pukul 00:00 Wita, ER beserta uang dalam koper sejumlah sekitar Rp 2 miliar turut diamankan di rumah dinasnya,” tambah Firli.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved