Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Jawaban Budiman Sudjatmiko Menanggapi Perihal Namanya Masuk dan Berada di Urutan 4 Capres 2024

Mantan aktivis 1998 yang kini menjadi politisi di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Budiman Sudjatmiko, kembali memantik sorotan hangat.

Editor: Ady Sucipto
Tribunnews.com/Chaerul Umam
nama Budiman Sudjatmiko masuk dalam jajak pendapat sosok capres potensial 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Mantan aktivis 98 yang kini menjadi politisi di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Budiman Sudjatmiko, kembali memantik sorotan hangat.

Nama Budiman Sudjatmiko masuk dalam jajak pendapat masyarakat tentang Dinamika Elektoral Tokoh Politisi Muda serta Partai Politik tanggal 12-20 Februari 2021 lalu yang digelar Citra Opini Polling Study (COPS).

Menariknya, dalam jejak pendapat tersebut nama-nama politisi PDIP merajai posisi teratas, termasuk Budiman Sudjatmiko yang berada pada urutan keempat.

Baca juga: Sosok Budiman Sudjatmiko, Mantan Aktivis 98 yang Kini Dipercaya Eric Thohir Jadi Komisaris PTPN V

Baca juga: Profil Budiman Sudjatmiko yang Diangkat Erick Thohir Jadi Komisaris PTPN V

Baca juga: Budiman Sudjatmiko: Keunikan Budaya Kunci Indonesia Jadi Hegemoni Dunia

Budiman sendiri hanya tertawa saat dimintai tanggapan perihal hasil survei elektoral yang menggadang namanya menjadi salah satu calon pemimpin 2024 pilihan rakyat tersebut.

Menurutnya, fokus pemikirannya saat ini tidak sedang berada pada ranah politik praktis.

“Saya sedang fokus pada 3 hal saja, yaitu menjalankan tugas sebagai komisaris di PTPN V.

Membangun kerja-kerja pemberdayaan sosial ekononi rakyat yang terkena pandemi lewat koperasi-koperasi di berbagai sektor ekonomi masyarakat dan berkonsentrasi mengembangkan ekosistem inovasi teknologi global dengan membangun kawasan industri teknologi 4.0.,” ujar Budiman dalam keteranganya, Selasa (2/3/2021).

Lebih lanjut ketika ditanya tentang harapannya atas kepimpinan nasional 2024 nanti, Budiman mengatakan bahwa semestinya tak perlu menunggu 2024 bagi pemimpin nasional untuk bergerak lebih giat merekatkan persatuan setiap elemen bangsa.

“Presiden Jokowi maupun penerusnya kelak harus terus menyatukan bangsa Indonesia untuk sama-sama melakukan hal-hal produktif bagi perdamaian sosial, keadilan sosial dan kemajuan sosial. Indonesia harus damai, rukun dan bersatu menghadapi era new normal, di mana banyak tantangan-tantangan baru yg belum kita kenali bentuknya,” ia menjelaskan.

Baca juga: Debat Sengit Soal FPI, Kritik Tajam Budiman Sudjatmiko Langsung Ditanggapi Begini Oleh Rocky Gerung

Baca juga: Dikabarkan Tak Lolos ke DPR, Begini Jawaban Santai Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko

Baca juga: Saling Sindir dalam Cuitan dengan Fahri Hamzah, Budiman Sudjatmiko: Jakarta Beres Karena Menterinya

Selanjutnya ia mengatakan, Indonesia harus semakin adil dan setara agar tiap-tiap orang Indonesia merasa menjadi bagian dari sebuah keluarga besar yang sama-sama bermartabat.

“Tak boleh ada yg merasa ditinggal. Indonesia juga harus mencapai kemajuan sosial atau social progress supaya kita sebagai negara bangsa keseluruhan tak cuma jadi penonton dari kemajuan-kemajuan peradaban dunia yang hari ini berporos pada ekonomi berbasis pengetahuan atau knowlege-based economy. Indonesia justru harus jadi salah satu pelopornya, minimal di Asia Tenggara. Itu saja harapan saya. Kita tak punya waktu lama lagi."

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat tak urung memberikan apresiasi atas hasil survei COPS tersebut dan menyebutnya sebagai masukan bagi partai untuk melakukan introspeksi dan perbaikan.

“Saya mengapreasiasi munculnya tokoh-tokoh muda dari internal partai yang berpengalaman dan berprestasi,” ucapnya.

Sementara itu perihal survei di atas, Direktur Eksekutif COPS, Ziyad Falahi menjelaskan, survei COPS diikuti 1.300 responden warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih pada tahun 2024 dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,8 persen.

Melalui metode survei wawancara via telepon, dari jumlah di atas hanya 1.225 responden yang bisa diambil datanya dan terverifikasi kembali.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved