Breaking News:

Serba Serbi

Karmaphala Dalam Hindu Bali, Ini Penjelasan Sulinggih

Karmaphala adalah bagian terpenting dari sradha (kepercayaan) umat Hindu, yang merupakan sradha ketiga dari Panca Sradha.

Tribun Bali/M Firdian Sani
Ilustrasi sembahyang - Karmaphala Dalam Hindu Bali, Ini Penjelasan Sulinggih 

Sehingga manusia dipacu untuk melaksanakan karma yang baik agar hasilnya juga baik, dengan demikian rasa optimistis akan muncul sendirinya.

Karmaphala sesungguhnya dibagi manjadi tiga bagian, diantaranya Sancita Karmaphala, yaitu perbuatan baik atau buruk yang lalu (saat kehidupan atau kelahiran dulu sebelum berenkarnasi sekarang).

Kemudian karena hasil perbuatannya dahulu belum sempat dinikmati waktu kelahirannya dahulu, tetapi hasil perbuatannya itu baru bisa dinikmati pada kelahiran sekarang.

Oleh karena itu umat Hindu, walaupun dalam hidupnya sekarang dia sudah berbuat baik, namun dia masih mendapatkan hasil yang tidak baik, seperti sakit, sial dan sebagainya.

Demikian juga pada hidupnya sekarang dia orang yang tidak baik, suka bohong, penipu dan lainnya tetapi dia tetap mendapatkan keberuntungan.

"Nah hal ini disebabkan oleh karena sisa karma yang terdahulu belum sempat dinikmati pada kehidupan yang terdahulu, namun sekarang baru bisa dinikmatinya, tetapi sisa-sisa karma itupun juga terbatas. Inilah yang disebut Sancita Karmaphala," sebutnya.

Dengan adanya Sancita Karmaphala inilah maka umat Hindu Bali percaya akan adanya 'upacara pebayuhan' yang bertujuan untuk mengurangi Sancita Karmaphala yang tidak baik.

Kedua ada Prarabdha Karmaphala, yaitu melakukan perbuatan sekarang, hasilnya akan dinikmati sekarang juga.

"Hal ini banyak contohnya, misalnya kita melakukan perbuatan baik, langsung mendapatkan ucapan terima kasih saat itu juga, begitu juga ketika kita berbuat jahat misalnya mencuri atau lainnya yang kemudian ketahuan maka kita akan dihukum saat itu juga apabila ketahuan," sebut beliau.

Prarabdha Karmaphala ini memicu manusia menjadi orang yang berhati-hati di dalam melakukan tindakan, khususnya tindakan yang berbuat tidak baik bagi orang atau mahluk hidup lainnya.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved