Breaking News:

Bule Akan Adakan Acara Orgasme di Bali, Imigrasi Dalami Unsur Pelanggaran Keimigrasiannya

Terkait adanya seorang WNA yang mengaku akan membuat acara tantric full body energy orgasm retreat di Bali, Kepala Kantor Kanwil Kemenkumham Provinsi

Istimewa kiriman Humas Kanwil Kemenkumham Bali
Petugas Divisi Keimigrasian Bali saat menemui WNA yang akan membuat acara tantric full body energy orgasm retreat. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Terkait adanya seorang WNA yang mengaku akan membuat acara tantric full body energy orgasm retreat di Bali, Kepala Kantor Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali, Jamaruli Manihuruk menyampaikan identitas bule tersebut telah diketahui.

"Orang asing itu Andrew Ben berkewarganegaraan Australia akan melakukan praktek yang dinamakan tantric full body energy orgasm retreat mulai besok. Ini suatu hal yang baru bagi kita, kita belum tahu bagaimana praktek-praktek seperti ini. Kita akan lakukan pendalaman," ujar Jamaruli Manihuruk, Jumat 5 Maret 2021.

Lebih lanjut ia menyampaikan, sore tadi petugas dari Divisi Keimigrasian sudah menemui yang bersangkutan dan paspornya kami ambil dan paspornya kami tahan sementara.

Namun akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena diduga adanya pelanggaran pidana umum (membuka praktek seks) itu ranah pihak kepolisian, sementara kami dari Kanwil Kemenkumham Bali khususnya Divisi Keimigrasian melakukan pemeriksaan terhadap apakah ada penyalahgunaan izin tinggal atau pelanggaran keimigrasian lainnya.

Baca juga: Sempat Dikira Bule Linglung, Ternyata Lagi Meditasi di Persawahan Gianyar Bali

"Tadi setelah kami setelah kami menemui yang bersangkutan tadinya mau kami bawa ke kantor imigrasi, tetapi kira-kira 20 menit kemudian petugas dari Polres Gianyar menjemput yang bersangkutan. Jadi sementara yang bersangkutan dibawa oleh petugas Kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut," jelasnya.

Nantinya hasil dari pemeriksaan Kepolisian tersebut apabila ada pelanggaran akan kami gunakan dasar untuk memberikan tindakan administrasi keimigrasian atau tindak pidana keimigrasian.

Jadi bukan hanya tindakan administrasi keimigrasian tetapi kalau saja mengarah ke tindak pidana keimigrasian bisa saja yang bersangkutan dipidana nantinya. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: M. Firdian Sani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved