Berita Bali

PHDI: Internet Tak akan Padam, 3 Lembaga Sepakat, Nyepi Tanpa Internet dan Siaran di Bali

Berdasarkan surat edaran bersama PHDI Bali dan MDA Provinsi Bali ditetapkan bahwa Hari Raya Nyepi hanya sehari

Tribun Bali/Ragil Armando
Menjelang hari raya Nyepi pada Minggu 14 Maret 2021 mendatang, tiga lembaga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait sosialisasi, koordinasi, pengawasan serta evaluasi tidak adanya siaran selama pelaksanaan Nyepi - PHDI: Internet Tak akan Padam, 3 Lembaga Sepakat, Nyepi Tanpa Internet dan Siaran di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdasarkan surat edaran bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali ditetapkan bahwa Hari Raya Nyepi hanya sehari.

Selain itu, Nyepi tahun Saka 1943, tetap harus mengikuti protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19.

"Nyepi tahun ini sesuai surat edaran bersama PHDI dan MDA, serta surat edaran PHDI tentang Nyepi. Dilaksanakan hanya satu hari saja, tidak lebih dari sehari," sebut Ketua Bali'>PHDI  Bali, I Gusti Ngurah Sudiana, kepada Tribun Bali, Kamis 4 Maret 2021.

Begitu pula internet, tidak akan mati saat Nyepi berlangsung.

Baca juga: Rangkaian Hari Raya Nyepi di Bali, Peserta Dibatasi 50 Orang

Baca juga: Terkait Internet Saat Nyepi 2021, Pemerintah: Tempat Umum Mati, PHDI: Tetap Hidup karena Pandemi

Baca juga: Diskominfo Badung Tunggu Petunjuk Pemprov Bali Terkait Pemadaman Fasilitas Wifi Saat Hari Raya Nyepi

Mengingat dalam situasi pandemi, informasi sangat dibutuhkan sehingga internet tetap hidup.

"Kami mengharapkan umat dapat melaksanakan catur brata penyepian dengan penuh sradha bhakti," tegasnya.

Sehingga walaupun internet hidup, namun umat tetap mengikuti tapa brata penyepian dengan khusyu.

Semisal dengan melakukan yoga semadi.

Kemudian membaca kita suci Ramayana, Mahabharata, Sarasamuscaya.

Termasuk juga kitab itihasa, purana dan pustaka keagamaan Hindu yang lain.

Sehingga waktu sehari tidak akan terasa. Dan berlalu dengan manfaat yang baik sesuai ajaran agama Hindu.

"Bisa juga umat berdiskusi tentang agama, atau amuter tutur pinahayu dengan keluarga. Sehingga melaksanakan Nyepi manfaatnya akan terasa bagi diri sendiri dan keluarga," ujar guru besar IHDN ini.

Saat hari Nyepi, biasanya semua akses masyarakat dibatasi, bahkan jaringan internet juga dimatikan.

Itu dilakukan untuk menyukseskan pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang dilakukan oleh umat hindu di Bali.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Badung belum mendapat petunjuk untuk pemadaman wifi.

Jika tidak ada instruksi dari Pemerintah Provinsi Bali atau yang lainnya, wifi yang terpasang di semua Banjar di badung akan tetap dinyalakan.

Meski demikian Kominfo sifatnya menunggu arahan lebih lanjut.

“Nyepi kan belum. Mungkin nanti ada tindak lanjut terkait dengan wifi saat Hari Raya Nyepi,” ujar Kepala Dinas Kominfo Pemkab Badung I Gusti Ngurah Jaya Saputra yang dikonfirmasi Kamis.

Dia mengakui seperti sebelumnya jaringan internet diputus sementara saat hari Nyepi.

Hingga kini Kominfo masih menunggu edaran dari Pemprov terkait koneksi internet di Tahun Baru Caka 1943.

“Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak terkait serta menunggu edaran dari provinsi. Jika sudah ada instruksi untuk memutus jaringan internet akan kami tindaklanjuti dengan menonaktifkan jaringan wifi selama satu hari,” katanya.

Mantan Camat Mengwi ini menambahkan jika nantinya tidak ada surat edaran, pihaknya masih tetap menyalakan koneksi internet atau wifi Kominfo seperti biasa.

“Sambil menunggu aturan kami saja. Namun sementara jika tidak ada pemberitahuan, kami jalankan seperti biasa saja,” jelasnya.

Seperti diketahui Kabupaten Badung telah terpasang jaringan wifi, baik dari balai banjar, sekolah, kantor pemerintahan hingga objek wisata.

Data terakhir tercatat kurang lebih 967 titik di enam kecamatan sudah terpasang jaringan wifi.

Terkait internet dan penyiaran saat Nyepi, hal berbeda disampaikan tiga lembaga yakni DPRD Bali, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, dan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali.

Menjelang Hari Raya Nyepi, tiga lembaga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait sosialisasi, koordinasi, pengawasan serta evaluasi tidak adanya siaran selama pelaksanaan Nyepi.

Penandatanganan tersebut dilakukan di kantor Diskominfos, Denpasar, Kamis 4 Maret 2021.

Salah satu isi materi dalam MoU tersebut adalah peniadaan siaran TV, radio, dan internet selama pelaksanaan Nyepi.

Mengenai hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Bali, Ketut Rochineng menganggap MoU itu sudah tepat dilakukan.

Selanjutnya agar dilakukan pelaksanaannya dan evaluasi kedepannya.

"Sebagaimana disaksikan bersama, penandatanganan MoU terkait Nyepi, masyarakat Bali dari aspek undang-undang sudah tepat," jelasnya seusai MoU.

Ia optimistis MoU tersebut dapat berjalan dengan baik di Nyepi 2021 ini.

Apalagi, berbagai MoU serupa juga telah berulang kali berjalan, yaitu setiap tahun saat Nyepi.

"Sudah berjalan berulang kali setiap tahun untuk pembatasan secara internal. Seruan atau edaran tinggal pelaksanaannya sudah baik. Selanjutnya tinggal evaluasi, tentang bocor siaran ini kita evaluasi upaya apa yang dilaksanakan untuk mengantisipasinya," tutup Rochineng.

Ketua KPID Bali, I Made Sunarsa menjelaskan, MoU tersebut mengatur terkait dengan waktu siaran.

Ia menyebutkan, MoU ini dibuat sebagai bagian dari menjaga kekhusyukan pelaksanaan catur brata penyepian yang akan dilakukan oleh umat Hindu di Bali.

"Kalau dari MoU tadi tentu kita tidak ada melebih-lebihi dengan siaran. Kalau misalnya karena pandemi beberapa lembaga sudah membuat surat edaran, seperti PHDI. Sementara Nyepi juga bertepatan hari Minggu, FKUB juga membuat seruan bersama, karena selain Hindu ada kebaktian juga. Bagaimana melaksanakannya tetap menghargai antarumat dan dapat juga melaksanakan Nyepi," jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga telah mengatur sanksi bagi lembaga penyiaran yang melanggar MoU tersebut.

Bentuk sanksinya adalah mulai peneguran secara tertulis, hingga sanksi lainnya yang membuat jera.

"Khusus ada lembaga lain seperti FKUB memamg selama ini melibatkan kami dalam perencanaan yang khusus. MoU ini bagian reguler, saya kira harus sejalan. Bagi yang melanggar, walaupun bahwa ada satu pasal yang isinya menghargai kepentingan publik, bagi yang melanggar pasti dikenakan sanksi tertulis atau lisan. Harus menghormati kepntingan publik, itu tetap dijaga," tegasnya.

Sementara Kepala Diskominfo Provinsi Bali, I Gede Pramana menyebutkan, terkait sinyal internet dan data seluler, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi agar di beberapa tempat vital dapat terhubung.

Seperti halnya di rumah sakit, agar internet dan data seluler masih bisa diakses.

Sebab tempat vital seperti rumah sakit jaringan internet masih sangat diperlukan oleh tenaga medis saat Nyepi.

Bersamaan Kebaktian

Sementara itu, sejumlah perwakilan Greja Kristen Protestan Bali (GKPB) menemui Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra SH MSi di Mapolda Bali, Denpasar, Rabu 3 Maret 2021.

Rombongan diterima Kapolda Bali didampingi Dir Intelkam Polda Bali, Dir Binmas Polda Bali dan Kabidhumas Polda Bali di Lounge Andalan Polda Bali.

Ketua GKPB Bishop I Nyoman Agustinus MTh menyampaikan tujuannya mendatangi Polda Bali adalah memohon arahan sebab Hari Raya Nyepi bertepatan jatuh pada hari Minggu di mana umat Nasrani beribadah di gereja.

“Tujuan kami berkunjung ke Polda Bali adalah untuk menyambung silahturahmi. Selain itu kami sampaikan pula, mengenai kegiatan peribadatan yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi agar berkenan diberikan arahan,” ujar Nyoman Agustinus.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Bali mengatakan segera menindaklanjuti saran serta masukan dari GKPB.

"Apresiasi dan terima kasih atas kerjasama Gereja Kristen Protestan di Bali. Kami akan menindaklanjuti saran serta masukan yang diberikan oleh GKPB,” ujar Kapolda Bali.

Jendral bintang dua tersebut mengajak umat Kristen Protestan untuk turut menjaga keharmonisan dan kerukunan umat beragama serta keamanan dan ketertiban lingkungan dari gangguan Kamtibmas.

(gil/ask/gus/ian)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved