Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Rangkaian Hari Raya Nyepi di Bali, Peserta Dibatasi 50 Orang

Ketentuan dalam SE bersama adalah membatasi jumlah peserta yang ikut dalam prosesi upacara Melasti, Tawur, Pangrupukan paling banyak 50 orang. 

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Firman Nainggolan, S.H., M.H. dalam sebuah rapat di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Kamis 4 Maret 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Karendal Ops Kepala Perencanaan dan Pengendalian Operasi Aman Nusa Agung II-2021 Kombes Pol. Firman Nainggolan, S.H., M.H. menjelaskan bahwa untuk pengamanan rangkaian upacara Hari Raya Nyepi diserahkan ke masing-masing satuan wilayah atau Polres agar pelaksanaannya berjalan aman, lancar serta mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk itu, saya meminta kepada seluruh masyarakat Bali yang akan melaksanakan upacara Melasti agar mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah."

Baca juga: Terkait Internet Saat Nyepi 2021, Pemerintah: Tempat Umum Mati, PHDI: Tetap Hidup karena Pandemi

Baca juga: Jeritan Wayan Sureni, Berhenti Jual Lawar karena Harga Cabai Melambung Tinggi Jelang Hari Raya Nyepi

Baca juga: Diskominfo Badung Tunggu Petunjuk Pemprov Bali Terkait Pemadaman Fasilitas Wifi Saat Hari Raya Nyepi

"Jangan sampai ada klaster upacara agama,” imbau perwira melati tiga di pundak itu, di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Kamis 4 Maret 2021.

Kemudian, salah satu ketentuan dalam SE Bersama yang ditandatangani oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. dan Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet ini adalah membatasi jumlah peserta yang ikut dalam prosesi upacara Melasti, Tawur, Pangrupukan paling banyak 50 orang. 

Pihaknya intensif memberikan imbauan, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan kegiatan yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Baca juga: Tok! Nyepi di Bali Resmi Tanpa Siaran dan Internet, Tiga Lembaga Teken MoU

Baca juga: Hari Raya Nyepi 2021 Bertepatan Ibadah Umat Kristen, Perwakilan Gereja Meminta Arahan Kapolda Bali

Baca juga: Jelang Hari Raya Nyepi, Dishub Badung Akan Matikan LPJU Pada Sabtu 13 Maret Pukul 22.00 Wita

"Bagi umat yang sakit atau merasa kurang sehat, agar tidak mengikuti rangkaian upacara. Bahkan guna menghindari berbagai potensi penyebaran Covid-19, semua panitia dan peserta agar mengikuti protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru," jelas dia

Bagi Desa Adat yang wewidangan (daerahnya) berdekatan dengan segara, danu, campuhan dan beji tetap dapat Melasti di pantai, danau, campuhan dan beji. 

Baca juga: Ini Rangkaian Prosesi Hari Suci Nyepi, Bermakna untuk Penyucian Alam Semesta dan Diri Sendiri

Baca juga: Pemuda Hindu Morowali Kecewa Tak Bisa Pawai Ogoh-ogoh, PHDI Bali Tegaskan Nyepi 2021 Hanya Sehari

Sedangkan bagi Desa Adat yang jauh dari pantai, danau, campuhan dan beji agar melakukan kegiatan melasti dengan cara Ngubeng atau Ngayat di Pura setempat. 

Karo Ops mengatakan, pelaksanaan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1943 di Bali sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) Bersama Nomor: 009/PHDI-Bali/I/2021 dan 002/MDA-Prov Bali/I/2021 tanggal 19 Januari 2021. 

“Rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2021 sudah diatur secara jelas dalam SE Bersama. Saya berharap SE Bersama ini dipedomani dan dilaksanakan dengan penuh disiplin untuk memperkuat upaya pengendalian Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, SE Bersama ini juga meniadakan pengarakan ogoh-ogoh yang berkaitan dengan Upacara Tawur Kesanga Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1943. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved