Breaking News:

Tak Mudah Menjadi Sulinggih, Begini Pandangan Ida Rsi yang Juga Pensiunan Dosen UNHI

Tak Mudah Menjadi Sulinggih atau Nabe, Begini Pandangan Ida Rsi yang Juga Pensiunan Dosen UNHI

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti 

Ada kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan dan harus ditaati.

Pertama, Amari Aran, yaitu kewajiban untuk mengubah nama.

Kemudian Amari Wesa, yaitu kewajiban mengubah tentang berpakaian. Contoh tidak boleh berpakaian celana pendek atau panjang, pakai jeans dan pakaian casual lainnya. 

"Ada ketentuan khusus untuk pakaian sulinggih pria maupun sulinggih wanita," tegas pensiunan dosen Unhi ini.

Lalu ada Amari Wisaya, yaitu kewajiban untuk mengubah perilaku, karena seorang sulinggih harus sudah melepaskan keduniawiannya.

Karena sulinggih telah meninggalkan dunia walaka dan lahir kembali ke dunia sadhaka, yang ditandai dengan upacara Dwijati atau Diksa.

Sehingga seorang sulinggih harus meninggalkan perilaku saat dia masih walaka, karena dia sekarang menuju ke alam Brahman.

Pantangan-pantangan
Seorang sulinggih juga memiliki banyak pantangan.

Antara lain, seorang sulinggih harus menuruti perintah nabe (gurunya). Tidak boleh melawan nabe.

Tidak boleh membenci, memfitnah, menjelekkan nabe. Serta masih banyak lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved