Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

10 Fakta Hari Raya Nyepi di Bali yang Harus Kalian Ketahui

1. Nyepi adalah proses pembersihan bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (diri manusia) dari kekotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi pelaksanaan Nyepi tahun 2020 di Denpasar - 10 Fakta Hari Raya Nyepi yang Harus Kalian Ketahui 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nyepi sebentar lagi akan dirayakan umat Hindu di Bali.

Lalu apa saja fakta dan maknanya dalam Hindu Bali.

Berikut rangkuman Tribun Bali dari berbagai sumber.

1. Nyepi adalah proses pembersihan bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (diri manusia) dari kekotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Baca juga: Layanan 24 Jam Bangli Tetap Beroperasi Selama Hari Raya Nyepi,Lebih Fokus pada Pelayanan Kedaruratan

2. Sebelum Nyepi dilakukan upacara melis, mekiyis, atau melasti ke pantai. Bisa juga sumber mata air lain seperti campuhan, pancoran, sumur suci, dan danau.

Dengan membawa pralingga dan pratima ke lokasi patirtan ini untuk disucikan. Dilangsungkan beberapa hari sebelum Nyepi.

3. Sebelum Nyepi juga dilakukan upacara tawur agung, guna memurnikan atau nyomia bhuta kala menjadi netral dan terkendali. Mengembalikan keseimbangan bhuana agung dan bhuana alit secara sekala-niskala.

Upacara ini berisi banten yang berbeda dari tingkat rumah, banjar, desa, kecamatan, hingga kabupaten dan provinsi.

4. Upacara ngerupuk, yang biasanya diisi dengan pawai ogoh-ogoh di masing-masing wilayah.

Dilakukan di lapangan atau perempatan, lalu setelah selesai dibakar sebagai tanda membakar sifat bhuta dan mengembalikan keseimbangan. Namun karena pandemi, tahun ini pawai ogoh-ogoh ditiadakan.

5. Tawur di rumah, banjar, dan desa dilakukan sore hari (sandhyakala).  Sedangkan tawur di kecamatan, kabupaten, hingga provinsi dilakukan di siang hari pukul 12.00 setempat.

6. Ngerupuk di rumah dilakukan dengan membunyikan suara berisik dari kaleng atau bambu. Berbarengan dengan membawa sarana api obor keliling rumah. Sebagai pembersihan.

7. Saat Nyepi, umat tidak boleh ribut, bekerja, bepergian, menghidupkan api, berpesta, atau melakukan hal tidak terpuji sesuai dengan Catur Brata Penyepian.

Lebih disarankan agar melakukan yoga semadi, merenungi diri dan mulat sarira (introspeksi).

Baca juga: Melasti Sebelum Nyepi, Ini Maknanya Dalam Hindu Bali

8. Sehari setelah Nyepi disebut hari Ngembak Geni. Dan empat pantangan dalam Catur Brata Penyepian boleh kembali dilakukan. Seperti menghidupkan api, bepergian dan sebagainya.

9. Kemudian ada pula tradisi Dharma Santi, dengan silaturahmi ke rumah keluarga atau sanak saudara. Agar terbinanya kerukunan umat beragama. Serta diskusi tentang keagamaan.

10. Sejak lama siaran televisi akan padam saat Nyepi di seluruh Bali. Pernah juga internet padam. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved