Breaking News:

Berita Bali

Tak Ada Pemadaman Listrik Saat Nyepi di Bali, I Made Arya: Di Nusa Penida Dipadamkan

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Provinsi Bali memprediksi adanya penurunan pemakaian listrik mulai 35 sampai 40 persen

Tribun Bali/Rizal Fanany
Manager Komunikasi PT PLN UID Bali, I Made Arya (Tengah) memberikan penjelasan pada awak media terkait tidak adanya pemadaman listrik saat Nyepi di Denpasar, Jumat 12 Maret 2021 - Tak Ada Pemadaman Listrik Saat Nyepi di Bali, I Made Arya: Di Nusa Penida Dipadamkan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Provinsi Bali memprediksi adanya penurunan pemakaian listrik mulai 35 sampai 40 persen saat Hari Raya Nyepi pada Minggu 14 Maret 2021.

Hal tersebut diungkapkan Manager Komunikasi PT PLN UID Bali, I Made Arya.

Ia mengatakan, pihaknya memprediksi penurunan pemakaian listrik di Hari Raya Nyepi, sedangkan beban puncak diprediksikan mencapai 520 MW, yang mana dalam keadaan normal beban puncak listrik sampai 980 MW.

“Prediksi saya beban kami saat Nyepi itu 520 MW, dibandingkan beban Nyepi tahun lalu turun 4,2 persen. Namun, kalau dibandingkan dengan kondisi normal turunnya sampai 40 persen. Dan memang sebelum Covid-19 pun sudah seperti itu. Beban Nyepi dari beban normal yang saat ini 980 MW menjadi turun sekitar 500 an,” katanya pada acara temu media yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, Jumat 12 Maret 2021.

Baca juga: Dorong Iklim Usaha UMKM, PLN UID Bali Konsisten Kelola Rumah BUMN

Baca juga: Satgas Covid-19, Damakesmas dan Damapancana Kota Denpasar Siaga 24 Jam Saat Nyepi

Baca juga: Bentuk Toleransi Hari Raya Nyepi, Umat Katolik di Bali Majukan Ibadah Misa Hari Ini

Arya menambahkan, pada saat Nyepi, PLN tidak memadamkan aliran listrik kecuali di Nusa Penida.

“Jadi untuk tahun ini masih sama, di Nusa Penida memang dipadamkan. Untuk di Bali, khususnya di daratan, tidak ada pemadaman,” tambahnya.

Pemadaman listrik hanya di Nusa Penida merupakan permintaan dari aparatur adat setempat.

Hal ini sudah berjalan dari tahun ke tahun di Nusa Penida.

Selain itu, ia memaparkan penanganan gangguan pada saat Nyepi sedikit berbeda.

"Ketika terjadi gangguan yang bersifat tidak urgent atau membahayakan dan menyebabkan gangguan menjadi meluas, petugas kami tidak akan turun ke lapangan. Jadi kami hanya akan melokalisir atau meminimalisir daerah padam. Kalau urgent dan harus turun ke lapangan, tim kami pun sudah berkoordinasi dengan aparatur adat setempat dan didampingi pecalang. Tim kami sudah dibekali dengan surat dispensasi,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Rizal Fanany
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved