Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Iran

Iran Pamerkan Rudal Jelajah dan Balistik Baru serta Alat Perang Elektronik Canggih

Pangkalan tersebut diresmikan pemimpin IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami dan kepala angkatan laut IRGC Laksamana Muda Ali Reza Tangsiri.

Editor: DionDBPutra
Handout
Ilustrasi rudal Iran. Arab News memberitakan pemerintah Iran memamerkan pangkalan yang berisikan rudal jelajah dan balistik baru serta peralatan perang elektronik. 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Pemerintah Iran memamerkan pangkalan yang berisikan rudal jelajah dan balistik baru serta peralatan perang elektronik.

Arab News mewartakan, pangkalan tersebut diresmikan pemimpin IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami dan kepala angkatan laut IRGC Laksamana Muda Ali Reza Tangsiri.

Pangkalan rudal ini sehari-hari dioperasikan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran.

Televisi pemerintah Iran menyiarkan gambar dan rekaman video dari rudal dan peralatan peluncurannya.

Baca juga: Cahaya Terang di Langit Malam-malam, Empat Rudal Balistik Antar-Benua Mengudara

Baca juga: Korea Utara Pamerkan Rudal Submarine Terbaru Berisi Hulu Ledak Nuklir, KCNA Sebut Terkuat di Dunia

"Apa yang kita lihat hari ini adalah sebagian kecil dari kemampuan rudal yang besar dan ekspansif dari pasukan angkatan laut Pengawal Revolusi," kata Salami seperti dikutip Arab News.

Jenderal Salami mengatakan, rudal baru memiliki kemampuan operasional yang canggih seperti penembakan yang akurat dari peluncur bawah tanah dan situs pertahanan sipil.

"Peralatan baru di kota rudal dapat meluncurkan ranjau dalam berbagai jarak, memungkinkan operasi penembakan 360 derajat dan bergerak, digunakan dalam peperangan elektronik, dan meningkatkan jarak tembak pasukan angkatan laut IRGC dan kekuatan destruktif dalam pertempuran," kata Jenderal Salami.

IRGC mengklaim, rudal dan peralatan peluncuran baru telah dirancang dan diproduksi Kementerian Pertahanan Iran sendiri, perusahaan militer, dan organisasi penelitian angkatan laut IRGC.

Menurut IRGC, tahun lalu mereka telah membangun sejumlah "kota rudal" bawah tanah dan lepas pantai di pantai Teluk Arab dan Laut Oman, yang akan menjadi "mimpi buruk bagi musuh."

Laksamana Tangsiri mengatakan musuh Iran tahu pangkalan itu ada tetapi informasi mereka tidak akurat.

"Pangkalan rudal baru menunjukkan bagaimana Iran tidak hanya memperkuat fasilitas bawah tanahnya tetapi juga menguji dan membangun varian baru rudal," kata analis keamanan Dr Theodore Karasik kepada Arab News.

“Optik tersebut bermain baik untuk Iran, secara domestik dan internasional. Tetapi sebenarnya ini menggambarkan pemikiran Iran mengenai keamanan maritim dan skenario perang potensial dan adalah bagian dari budaya IRGC dalam hal asimetri,” kata Karasik, penasihat senior untuk Analisis Negara Teluk di Washington DC.

Media Arab menuding Iran dan proksinya di kawasan itu--Hizbullah, Houthi, dll-telah melancarkan ratusan serangan dengan rudal dan drone bersenjata dalam setahun terakhir, menargetkan warga sipil dan infrastruktur energi di Arab Saudi.

Pembentukan "kota rudal" menimbulkan pertanyaan tentang komitmen AS dan kekuatan Eropa untuk menghidupkan kembali Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), perjanjian tahun 2015 untuk mengekang program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi.

Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump menarik AS dari kesepakatan itu pada 2018, dan mulai memberlakukan sanksi.

Namun, Presiden Joe Biden ingin kembali ke kesepakatan tersebut. Arab Saudi dan sekutunya percaya bahwa perjanjian baru harus diperpanjang untuk mengatasi program rudal balistik Iran dan agresi regional.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved