Breaking News:

Cagar Budaya di Indonesia Potensi Kesejahteraan Masyarakat Sekitar

Keberadaan banyaknya cagar budaya di Indonesia, merupakan potensi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. 

istimewa
Ari Dwipayana bersama stakeholder di situs cagar budaya 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keberadaan banyaknya cagar budaya di Indonesia, merupakan potensi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. 

Oleh karena itu, diperlukan 'Heritage Management' agar potensi tersebut juga bisa dikelola secara optimal.

Apalagi saat situs-situs cagar budaya sudah mudah diakses dan  terkoneksi dengan pembangunan infrastruktur yang sudah masif dibangun pemerintah.

“Tol Trans Jawa yang sudah dibangun, perlu tersambung dengan sentra-sentra ekonomi di setiap daerah. Sentra-sentra ekonomi baru bukan hanya kawasan industri melainkan juga sentra ekonomi pariwisata,  yang juga memanfaatkan heritage," ujar Koordinator Staf Khusus Presiden RI, AAGN Ari Dwipayana, dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Kamis 18 Maret 2021. 

Pemanfaatan cagar budaya untuk destinasi wisata, akan membuat nilai tambah bagi ekonomi daerah dan nasional.

Baca juga: Ari Dwipayana: Jadikan Bali Sebagai Benchmarking Pengelolaan Situs Cagar Budaya

Baca juga: 6 Pura Kawasan Catur Angga di Tabanan Bali Ditetapkan Cagar Budaya

Sehingga adanya jalan tol bukan saja mengurangi waktu tempuh perjalanan, tapi juga berdampak pada kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di daerah.

Ari menjelaskan, heritage (warisan) budaya Indonesia ini ada banyak, sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal. Cagar budaya bukan hanya  menjadi identitas kebanggaan bangsa, tapi memiliki dampak ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat. 

“Saya terus menekankan yang namanya pemanfaatan dan pengembangan cagar budaya tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu institusi saja. Harus saling bekerjasama. Misalnya BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) bisa melakukan kerjasama dengan Pemda, dengan TWC," sebutnya. 

Pengembangan setiap heritage harus dilandasi sebuah master plan yang jelas, dan tata kelola yang profesional. Ari menilai, dorongan untuk penerbitan perda cagar budaya perlu dimaksimalkan, karena ini berimplikasi kepada APBD yang dialokasikan untuk pengembangan  dan pemanfaatan cagar budaya di daerah tersebut. 

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Noviana Windri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved