Breaking News:

Berita Gianyar

Kesaksian Warga Soal Jembatan Laplapan Tenget Gianyar Bali, Made Cakra: Setiap Tahun Ada Musibah

Made Cakra (55) saat ditemui di lokasi peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan 3 orang terperosok ke dasar Sungai Petanu.

Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Made Cakra dan lokasi Jembatan Laplapan, Ubud, Gianyar, Bali saat Tribun Bali temui/datangi, Jumat 19 Maret 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Lokasi kecelakaan di Jembatan Laplapan, Jalan Raya Gunung Sari, Ubud, Gianyar dikatakan warga setiap tahunnya pasti terjadi musibah.

Bahkan warga yang mengalami musibah di Jembatan Laplapan, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Menurut keterangan Made Cakra (55) saat ditemui di lokasi peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan 3 orang terperosok ke dasar Sungai Petanu.

Dikatakan tenget (angker) lantaran musibah yang terjadi sering terjadi disana, bahkan beberapa orang yang melintasi jalan tersebut hingga terjatuh ke jurang.

Kebanyakkan dari mereka ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sesaat peristiwa itu terjadi.

Baca juga: Fakta-Fakta Kecelakaan Maut di Sungai Petanu, Nenek Meninggal, Anak Sempat Ditanya Dimana Ibu

Baca juga: Suami Korban Kecelakaan di Jembatan Sungai Petanu Ungkap Awalnya Sang Istri Hendak ke Pasar Ubud

"Informasi dari warga sini, setiap tahun ada aja musibah. Waktu ini ada musibah, 2 hari tidak ketemu.

Ada 1 hari tidak ketemu, tapi masih hidup. Memang (lokasi Jembatan Laplapan) banyak keanehannya," ujar Made Cakra yang juga keluarga dari Ni Ketut Rindit (55).

Berdasarkan pantauan Tribun Bali, jalan yang menghubungkan Desa Petulu dan Desa Pejeng, Ubud, Gianyar, Bali.

Memiliki struktur jalan yang berkelok-kelok dan menurun, bahkan saat mendekati Jembatan Laplapan kondisi aspal rusak.

Halaman
12
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved