Breaking News:

Mengenal Pandita dalam Hindu Bali, Punya Tiga Jalan Moksa dan Harus Mampu Membimbing Sisya

Mengenal Pandita dalam Hindu Bali, Punya Tiga Jalan Moksa dan Harus Mampu Membimbing Sisya

Tribun Bali/I Putu Supartika
Ilustrasi sulinggih, pandita. Mengenal Pandita dalam Hindu Bali, Punya Tiga Jalan Moksa dan Harus Mampu Membimbing Sisya 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam Hindu Bali, seorang pandita harus mampu membimbing murid atau sisya-nya agar mencapai kelepasan.

Itulah sebabnya, seorang pandita dituntut mampu menjadi tauladan bagi umat Hindu.

Berdasarkan pengertiannya, sulinggih dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan pendeta (pandita atau pedanda).

Pengertian pandita lebih ditekankan pada kedudukan sebagai guru kerohanian, yang membimbing masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Dalam hal ini, pandita berfungsi sebagai pengayom, pembela, panutan, dan pendidik di masyarakat.

Demikian dijelaskan oleh Ida Bagus Subrahmaniam, Dosen Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa.

"Di dalam teks Agastya Parwa, agar seseorang mendapatkan kamoksan harus bersifat dewata dengan melakukan tiga brata," katanya Senin 22 Maret 2021.

Baca juga: Tak Mudah Menjadi Sulinggih, Begini Pandangan Ida Rsi yang Juga Pensiunan Dosen UNHI

Adapun tiga brata tersebut antara lain akrodha yang berarti tidak marah.

Alobha yang berarti tidak rakus atau serakah. Dan Sokavarjita yang berarti tidak bersedih hati.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved