Breaking News:

Berita Bali

120 WBP Lapas Kerobokan Badung Bali Ikut Program Rehabilitasi Medis dan Sosial

Sebanyak 120 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyakatan (Lapas) Kelas II A kerobokan, Badung mengikuti program rehabilitasi medis dan s

Penulis: Putu Candra | Editor: Noviana Windri
ist
Kakanwilkum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk membuka program rehabilitasi medis dan sosial di Lapas Kelas II A Kerobokan. Program yang akan berjalan selama 6 bulan ini diikuti 120 WBP. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 120 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyakatan (Lapas) Kelas II A kerobokan, Badung mengikuti program rehabilitasi medis dan sosial.

Dari jumlah tersebut, 60 WBP mengikuti rehabilitasi medis dan 60 lainnya rehabilitasi sosial.

Program ini akan berjalan selama 6 bulan, mulai dari bulan Maret sampai dengan September 2021. 

Program rehabilitasi medis dan sosial ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 12 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan layanan rehabilitasi narkotik bagi tahanan dan WBP

"Program ini untuk meningkatkan kualitas hidup WBP pecandu, penyalahguna, dan korban penyalahgunaan narkotik. Sehingga dapat diterima kembali dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat," terang Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwilkum dan HAM) Bali, Jamaruli Manihuruk dalam keterangan tertulisnya, Senin, 22 Maret 2021.

Jadi Residivis Kasus Pembunuhan, Gus Capung Pernah Ditahan di Mapolres Badung Hingga Lapas Kerobokan

15 WBP Lapas Kerobokan Dilayar ke Nusa Kambangan, Tiga Diantaranya Warga Asing

Selundupkan Erimin di Nasi Jinggo Saat Kunjungan ke Lapas Kerobokan,Suandika Dibawa ke Polres Badung

WBP peserta rehabilitasi medis dan sosial ini diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang cara mengatasi adiksi, bebas dari gejala putus zat.

Juga mampu mempertahankan kondisi bersih dari segala tindakan penyalahgunaan narkoba, dan siap kembali ke masyarakat.

"Mereka diharapkan dapat mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba, kembali berinteraksi dengan masyarakat secara wajar, serta dapat aktif berperan dalam pembangunan. Dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab," papar Jamaruli Manihuruk.

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing menyampaikan, mereka yang menjadi korban dari penyalahgunaan, serta kejahatan narkoba yang tengah menjalani penahanan atau pemidanaan datang dari beragam latarbelakang.

Untuk itu, Fikri mengajak seluruh elemen agar menerima, membimbing dan mengajak mereka untuk bisa keluar dari lingkaran pengaruh narkoba. 

Lebih lanjut, dalam pelaksanaan program bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait.

Diantaranya BNN Provinsi Bali dan BNNK Badung terkait bantuan petugas asesmen narkotik. RSUP Sanglah terkait konsultasi dokter spesialis, rujukan, supervise PTRM dan ARV. 

Juga menggandeng Universitas Udayana terkait konseling psikologi, Yayasan Anargya terkait bantuan konselor adiksi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung terkait kegiatan kerohanian dan Kodim 1611/Badung terkait pelatihan fisik dan disiplin. 

Ikuti berita tentang Lapas Kerobokan

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved