Corona di Bali
Covid-19 di Bangli Tembus 2000 Kasus, Ada 12 Kasus Tambahan
Penularan Covid-19 di Bangli mengalami penambahan 12 kasus, Senin 22 Maret 2021. Penambahan ini membuat jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Bangli
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Penularan Covid-19 di Bangli mengalami penambahan 12 kasus, Senin 22 Maret 2021.
Penambahan ini membuat jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Bangli menembus angka 2000 kasus.
Berdasarkan data, dari 12 tambahan kasus tersebut 10 di antaranya berasal dari wilayah Kecamatan Bangli.
Antara lain Kelurahan Bebalang, Kelurahan Kawan, Desa Tamanbali, dan Kelurahan Cempaga.
Sementara dua kasus lainnya berasal dari Desa Bangbang, Tembuku dan Desa Katung, Kintamani.
Baca juga: Pemda Bangli Nunggak Tagihan Air di Pasar Terminal Loka Crana, Total Tagihan Sebesar Rp13 Juta Lebih
Baca juga: Kinerja Bawahan Lebih Kompeten dari Pimpinan OPD, Dewan Bangli Usulkan Assessment Jabatan Pimpinan
Baca juga: Update Covid-19 di Bangli Bali 19 Maret 2021, Kasus Kematian di Bangli Bertambah Satu Orang
Humas Gugus Tugas Percepatan Penaggulangan (GTPP) Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa mengungkapkan, dari sejumlah kasus terkonfirmasi ini, terdapat seorang balita berusia satu tahun.
Ia berasal dari Kelurahan Kawan, dan saat ini menjalani karantina mandiri.
"Yang bersangkutan terkonfirmasi positif bersama empat anggota keluarga lainnya," ujarnya.
Pemprov Bali Gunakan Genose
Selain rapid dan swab test, saat ini Pemerintah Provinsi Bali mulai melirik penerapan alat deteksi Covid-19 yang lain yaitu, Tes Genose.
Nantinya alat Genose ini akan digunakan untuk mendeteksi para wisatawan yang akan berkunjung ke Bali.
Hal itu tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat dikonfirmasi pada, Senin 22 Maret 2021.
"Kita sangat setuju, kita sangat mendukung. Jadi sama saja, kalau satu sudah diterima, kenapa yang lainnya tidak. Jadi penyakitnya kan sama, biar lewat mana juga sama," ungkapnya.
Ketika disinggung mengenai apakah Bali akan menerapkan teknologi dalam negeri itu, ia menjawab Pemprov Bali tentunya akan mendukung teknologi itu.
"Iya (akan terapkan), kita dukung. Terlebih lagi kalau sudah ada yang divaksin. Yang sudah divaksin ini kita juga minta keringanan bagi yang sudah divaksin. Untuk apa juga sudah divaksin tapi diperlakukan sama (deteksi Covid-19)," tutupnya.
Berdasarkan penambahan kasus hari ini, Dirgayusa mengatakan total kasus penularan Covid-19 di Bangli sebanyak 2011 kasus.
Di mana 92 orang diantaranya masih dalam perawatan.
"Yang sudah dalam keadaan sembuh sebanyak 1844 orang dan kasus meninggal sebanyak 75 orang," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Corona di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/humas-gtpp-covid-19-bangli-i-wayan-dirgayusa12345.jpg)