Breaking News:

Berita Bali

Dukung Pembangunan Bandara Buleleng, Dewan Bali Kresna Budi Usul Persoalan Lahan Segera Diselesaikan

Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara hingga saat ini masih menunggu kajian Penetapan Lokasi (Penlok).

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gede Komang Kresna Budi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara hingga saat ini masih menunggu kajian Penetapan Lokasi (Penlok).

Sebelumnya, pembangunan Bandara di Buleleng tersebut direncanakan di Kubutambahan.

Bahkan Feasibility Study (FS) sudah rampung dan juga masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali dan Perda Nomor 13 Tahun 2013.

Akan tetapi, rencana pembangunan Bandara di Kubutambahan itu sempat terjadi polemik lantaran terganjal persoalan lahan.

Baca juga: Anggota DPRD Bali Sebut Pembangunan Bandara Bali Utara Akan Berdampak Positif terhadap Lingkungan

Belakangan, beredar kabar jika pembangunan Bandara tersebut dialihkan ke Desa Sumberklampok Kecamatan Gerokgak Buleleng.

Hal itu ditandai dengan kedatangan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Sofyan Abdul Jalil ke Desa Sumberklampok akhir tahun 2020 lalu.

Terkait hal itu, warga dan tokoh  dari sekitar Kubutambahan mendatangi Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi untuk menyampaikan dukungan terhadap pembangunan di Buleleng Timur.

Kedatangan mereka dimaksudkan untuk mengetahui sikap dirinya yang dianggap mendukung pembangunan Bandara Bali Utara di Desa Sumberklampok.

Kresna Budi menceritakan, masyarakat Kubutambahan meminta agar pembangunan Bandara bisa berlangsung di kawasan Bali Timur, tepatnya di Kubutambahan.

“Karena saya dikira mendukung (pembangunan Bandara) yang di Barat. Yang di timur (Kubutambahan) datang.

Halaman
12
Penulis: Ragil Armando
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved