Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Misionaris Eropa Diabadikan Jadi Nama Jalan di Dogiyai Papua

Selain nama misionaris dari benua Amerika dan Eropa yang lama bermisi di tanah Papua, termasuk Dogiyai, ada juga sejumlah tokoh lokal.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
FOTO KIRIMAN ANSEL DERI
Bruder Johannes Petrus Sjerps, OFM. Pemerintah Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua mengabadikan namanya pada ruas jalan di wilayah Dogiyai. 

TRIBUN-BALI.COM, MOANEMANI - Bupati Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua, Yakobus Dumupa mengabadikan sejumlah misionaris pada sejumlah ruas jalan di Kabupaten Dogiyai.

Selain nama misionaris dari benua Amerika dan Eropa yang lama bermisi di tanah Papua, termasuk Dogiyai, ada juga sejumlah tokoh lokal.

Mereka yang berjasa dalam pertumbuhan dan perkembangan daerah itu akan diabadikan sebagai nama jalan di wilayah Dogiyai.

“Para misionaris itu adalah Bruder Johannes Petrus Sjerps, OFM, Bruder Karel, OFM atau Uskup Pertama Keuskupan Agung Merauke, Pastor Herman Tillemans, MSC, dan lain-lain," kata Yakobus Dumupa dalam keterangannya.

Baca juga: Kepala Suku Dani Sebut Bahwa Warga Lebih Percaya TNI-Polri Ketimbang KKB Papua 

Baca juga: Jelang PON Papua, KONI Bali Laporkan Kesiapan Tim dan Anggaran ke Dewan

Rilis tersebut diterima Tribun Bali dari wartawan senior Ansel Deri, Jumat 26 Maret 2021.

"Ada satu ruas juga kita abadikan dengan nama Jalan Thomas Tigi untuk menghormati dan mengenang Pak Thomas sebagai bupati definitif pertama Dogiyai. Para misionaris dan tokoh lokal ini berjasa dalam pertumbuhan dan perkembangan peradaban hidup orang Mee di Dogiyai,” ujar Yakobus Dumupa.

Bupati Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumupa bersama tim sedang mempersiapkan pemberian nama jalan di Dogiyai.
Bupati Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumupa (kedua dari kiri) bersama tim sedang mempersiapkan pemberian nama jalan di Dogiyai. (FOTO KIRIMAN ANSEL DERI)

Mantan Anggota Majelis Rakyat Papua ini mengatakan, berbagai daerah umumnya mengabadikan nama tokoh berjasa di setiap sudut kotanya.

Pemerintah Kabupaten Dogiyai juga dalam waktu dekat akan melabelkan tokoh-tokoh berjasa sebagai nama semua ruas jalan di wilayah Dogiyai.

“Saya sudah memutuskan untuk memberi nama jalan dengan menggunakan nama para tokoh setempat dan orang-orang berjasa bagi pertumbuhan dan kemajuan daerah hingga saat ini. Misalnya Bruder Jan Sjerps, misionaris dari Eropa,” lanjut Dumpua, lulusan Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Yogyakarta.

Ia menjelaskan, yang dimaksud dengan para tokoh lokal adalah para pemimpin Gereja dan pemimpin atau tokoh masyarakat.

Mereka terbukti berjasa dalam memimpin umat dan masyarakat sehingga masyarakat dan daerah semakin maju, aman, damai, dan sejahtera kemudian diteruskan para tokoh atau pemimpin sesudahnya.

Para pemimpin itu tak hanya dari luar Dogiyai namun juga para pemimpin lokal dari berbagai komunitas di seluruh wilayah Dogiyai.

Misalnya, Yobee Enabii di Ekaudidee, Tebai Togoodega di Mauwa, Goo Gaiyaikawii di Goodide, Boma Toyaikeboo di Edegedidee, dan sebagainya.

Oleh karena itu, dalam rangka merealisasikan kebijakan itu, Bupati Dumupa telah menugaskan Dewan Adat Mee Dogiyai meneliti dan mempersiapkan nama-nama tokoh yang layak diberi nama jalan pada masing-masing wilayah.

“Pemberian nama ini dimaksudkan agar warga masyarakat Dogiyai mengenang jasa orang-orang hebat yang pernah berkontribusi dalam perkembangan perabadan hidup orang Dogiyai. Dengan demikian, di kemudian kita bisa mengambil inspirasi dan teladan hidup dari mereka untuk lebih giat bekerja memajukan masyarakat dan daerah lebih baik lagi,” kata Bupati Dumupa, tokoh muda Papua yang telah menulis kurang lebih sebelas buku beragam tema.

Sejumlah nama tokoh agama di Papua dan pemimpin lokal yang mengabdikan dirinya di Dogiyai sangat inspiratif dari aspek penghayatan karya misi maupun kepemimpinannya bagi masyarakat dan daerah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved