Terusan Suez
Krisis Terusan Suez: Tim Penyelamat Kapal Ever Given Siapkan Empat Skenario Solusi
Tim penyelamat sudah menyampaikan proses membebaskan kapal raksasa itu rumit sehingga bisa memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.
TRIBUN-BALI.COM, SUEZ - Krisis Terusan Suez masih menjadi perhatian dunia. Operasi membebaskan kapal kontainer raksasa Ever Given yang kandas di Terusan Suez pada 23 Maret 2021 masih berlanjut.
Tim penyelamat sudah menyampaikan proses membebaskan kapal raksasa itu rumit sehingga bisa memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.
Kapal Ever Given dioperasikan perusahaan Taiwan Evergreen Marine.
Panjang kapal kontainer itu empat kali lapangan sepak bola. Kapal ini tersumbat di ujung selatan kanal paling ramai di dunia itu sehingga kapal lain tidak melewati.
Baca juga: Fakta Menarik Terusan Suez yang Perlu Anda Tahu, Digali Sejak Zaman Firaun Mesir
Baca juga: Terusan Suez Bisa Macet Berminggu-minggu, Dunia Rugi Rp 5,6 Triliun Per Jam
Lebih dari 300 kapal saat ini terdampar di Laut Merah.
BBC melaporkan ada sejumlah skenario yang sedang dan mungkin akan ditempuh tim penyelamat untuk segera membebaskan kapal kontainer tersebut.
Menambah kapal tunda
Kapal penuh muatan itu panjangnya 400 meter (1.300 kaki), terjepit diagonal di kanal yang lebarnya tidak lebih dari 200 meter (656 kaki).
Perangkat lunak lalu lintas pengiriman menunjukkan sekelompok kapal tunda dioperasikan di kedua sisi kapal. Mereka menggunakan kabel atau menempatkan diri langsung di samping kontainer.
Kapal tunda berusaha menggeser Ever Given dari tepi pasir di kedua sisi kanal.
Baca juga: Kisah Awak Kapal Selam TNI AL Sebrangi Terusan Suez Sampai Bikin Mencak-mencak Prancis
“Karena tertanam kuat pada kedua tepi canal yang berpasir, semua upaya untuk memindahkannya sejauh ini terbukti tidak berhasil,” kata Sal Mercogliano, pakar sejarah maritim di Universitas Campbell Amerika Serikat.
Perusahaan yang mengelola pengoperasian kapal, Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM) mengatakan upaya untuk mengapung kembali kapal pada Jumat 26 Maret 2021 sudah gagal.
Tetapi upaya itu akan terus berlanjut. Perusahaan itu mengatakan dua kapal tunda tambahan akan tiba pada Minggu 28 Maret 2021 untuk membantu operasi tersebut.
Manfaatkan kapal keruk
Fokusnya penyelamatan sekarang adalah menggali pasir dan lumpur dari bawah haluan kapal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/antrean-kapal-di-suez.jpg)