Terusan Suez
Update Terusan Suez, Ada Dugaan Penyebabnya Bukan Angin dan Badai Pasir
Krisis Terusan Suez telah melumpuhkan rantai pasokan global dari barat ke timur dan sebaliknya.
TRIBUN-BALI.COM, SUEZ - Kabar terbaru mengenai krisis Terusan Suez menyebutkan, penyebab kapal raksasa Ever Given tersangkut di kanal itu kemungkinkan bukan faktor alam.
Kesalahan manusia atau teknis diduga menjadi penyebab kapal kontainer besar itu kandas di Terusan Suez yang menimbulkan penumpukan lebih dari 300 kapal.
Kepala Otoritas Terusan Suez Mesir, Osama Rabie memperkirakan kapal tersebut bisa mengapung lagi pada Minggu malam waktu setempat 28 Maret 2021.
Baca juga: Krisis Terusan Suez: Tim Penyelamat Kapal Ever Given Siapkan Empat Skenario Solusi
Baca juga: Fakta Menarik Terusan Suez yang Perlu Anda Tahu, Digali Sejak Zaman Firaun Mesir
Krisis Terusan Suez telah melumpuhkan rantai pasokan global dari barat ke timur dan sebaliknya.
Musibah kapal Ever Given sudah memaksa perusahaan kargo memilih antara menunggu atau mengubah rute kapal di sekitar ujung selatan Afrika dengan biaya sangat mahal.
Para pejabat berwenang sebelumnya menyalahkan embusan angin berkekuatan 40 knot dan badai pasir sebagai penyebab kapal Ever Given tersangkut hingga membuat Terusan Suez macet.
Namun, Rabie mengatakan angin kencang dan faktor cuaca tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas insiden itu.
"Mungkin ada kesalahan manusia atau teknis," kata Rabie seperti dilansir dari AFP pada Sabtu 27 Maret 2021.
Ditanya kapan kapal itu akan dibebaskan, dia menyuarakan nada optimistis.
"Bisa selesai hari ini atau besok (Minggu hari ini), tergantung daya respons kapal" terhadap pasang surut," katanya.
Lebih dari 320 kapal yang membawa kargo bernilai miliaran dolar sekarang masih terhenti di kedua ujung jalur pelayaran penting yang menghubungkan Asia ke Eropa.
Kanal sepanjang 193 kilometer atau 120 mil dari Laut Merah ke Mediterania adalah jalur vital untuk pengiriman antara Asia dan Eropa dan sebaliknya.
Terdapat rute alternatif di sekitar Tanjung Harapan dengan biaya tambahan 12 hari di laut.
Rabie menambahkan Mesir kehilangan pendapatan sekitar 12-14 juta dolar AS setiap hari karena Terusan Suez ditutup.
Kapal Ever Given, yang lebih panjang dari empat lapangan sepak bola, telah terjepit secara diagonal di kanal itu sejak Selasa 23 Maret 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kapal-terusan-suez.jpg)