Berita Gianyar

Sejumlah Warga di Ubud Sakit Kepala Hingga Lemas Seusai Vaksin Covid-19, Dinkes Sebut Artinya Nyusup

Sebab itu artinya, vaksin yang diberikan 'nyusup' atau bekerja dengan baik di dalam tubuh penerima vaksin.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Vaksin AstraZeneca Telah Didistribusikan ke Bali 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejumlah warga beberapa banjar wilayah Ubud, Gianyar, Bali mengalami efek setelah menjalani vaksinasi covid-19.

Tribun Bali mendapatkan informasi bahwa banyak penerima vaksin yang mengalami efek, mulai dari menggigil, sakit kepala hingga lemas.

Kondisi ini paling lama berlangsung hingga dua hari.

"Saya menggigil sampai dua hari. Kalau boleh, mendingan saya tidak ikut, soalnya trauma," ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya.

Namun  demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar menilai hal tersebut bagus.

Sebab itu artinya, vaksin yang diberikan 'nyusup' atau bekerja dengan baik di dalam tubuh penerima vaksin.

Berdasarkan data Tribun Bali, Senin 29 Maret 2021, empat desa/kelurahan yang masuk zona Ubud Bebas Covid-19 adalah kelurahan Ubud, Desa Petulu, Desa Kedewatan dan Desa Sayan.

Adapun vaksin covid-19 yang diberikan adalah astrazeneca.

Dalam mempercepat proses vaksinasi, Pemkab Gianyar menerapkan vaksinasi berbasis banjar atau kampung, dalam artian petugas vaksin melakukan vaksinasi di bale banjar dengan sasaran warga per banjar.

Setelah adanya laporan tentang warga yang merasakan efek samping dari penyuntikan Vaksin Covid-19, ada warga yang kini ketakutan mengikuti vaksin.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Gianyar, Anak Agung Anom Sukamawa saat dikonfirmasi, mengatakan pihaknya telah mengetahui bahwa banyak penerima vaksin di Ubud yang mengalami efek. Namun ia menilai hal tersebut wajar.

"Ya, memang ada efek. Kalau posisi lemah akan kebus dingin (menggigil), (efeknya) tidak serius. Dua hari sudah pulih," ujarnya.

Ditanya apakah pihaknya akan melakukan peninjauan terhadap vaksin ini? Agung Sukamawa mengatakan tidak.

Sebab efek yang ditimbulkannya merupakan efek wajar,dan vaksin ini juga telah mendapatkan izin dari BPOM.

"Efek wajar dan tidak ada sampai masuk rumah sakit. Kalau anak-anak pun divaksin (bukan vaksin covid) akan panas. Kalau bayi, dieri parasetamol. Tapi ini orang dewasa, kecuali keras baru minum itu (parasetamol). Kalau tidak, diamin saja akan sembuh. Makanya harus istirahat seusai vaksin," ujarnya.

"Masyarakat tidak usah panik dan takut, karena vaksin ini sudah lolos uji klinis. Dan sudah mendapatkan izin dari BPOM. Malahan, ada efek ada hasil. Kalau tidak ada efek kita kan bertanya-tanya, ini obatnya nyusup apa tidak. Jadi artine nyusup obate," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved